Dark/Light Mode

CR7 Pensiun Dari Timnas Portugal: Terima Kasih Untuk 23 Tahun Yang Berarti

Kamis, 5 November 2026 21:18 WIB
Cristiano Ronaldo saat membacakan surat perpisahan untuk timnas Portugal. (Foto: Instagram)
Cristiano Ronaldo saat membacakan surat perpisahan untuk timnas Portugal. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cristiano Ronaldo akhirnya memutuskan mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Portugal, setelah 23 tahun mengabdi untuk klub berjuluk Seleção das Quinas, 

Megabintang berjuluk CR7 itu mengumumkan pensiun dari timnas Portugal melalui sebuah pesan emosional via Instagram, Kamis (5/11/2026).

Dalam pesan perpisahannya, Ronaldo menyampaikan terima kasih kepada rekan setim, staf, keluarga, dan jutaan pendukung Portugal yang telah menemaninya selama lebih dari dua dekade.

Berikut isi surat perpisahan yang disampaikan Ronaldo melalui Instagram:

Kepada seluruh masyarakat Portugal.

Tiba waktunya bagi saya untuk mengembalikan jersey timnas nomor 7. Saya tidak pernah merasa bahwa jersey ini adalah milik saya seorang.

Namun, selama 23 tahun, saya mendapat kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakannya. Membawanya ke berbagai stadion di seluruh dunia dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati.

Kini, saatnya menyerahkan kepada generasi berikutnya.

Ini bukan keputusan yang mudah. Sebab, ada keputusan yang tidak hanya dibuat dengan kepala, tetapi juga dengan hati.

Perjalanan saya bersama tim nasional dimulai pada Agustus 2003, dan mengubah hidup saya selamanya.

Ketika menengok kembali semua yang telah saya lalui bersama tim nasional, saya tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Saya melihat manusia.

Saya melihat para imigran, yang selama 90 menit merasa Portugal sedikit lebih dekat. Saya melihat jutaan orang Portugal yang mungkin tidak pernah saya kenal secara pribadi, tetapi telah menjadi bagian dari hidup saya.

Karena pada akhirnya, sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar permainan.

Baca juga : Indonesia Bidik Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran Indonesia di Portugal

Sepak bola adalah tentang manusia.

Sepanjang karier saya bersama tim nasional, saya selalu berusaha melampaui batas kemampuan. Saya ingin menang, menjadi yang terbaik, dan menciptakan sejarah.

Saya selalu menuntut lebih dari diri sendiri. Saya selalu menginginkan lebih. Saya selalu percaya bahwa kita bisa melangkah lebih jauh.

Dan saya memberikan segalanya untuk jersey ini.

Ada malam-malam yang sempurna. Ada kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan.

Ada pula kekalahan yang hingga kini masih sulit saya kenang. Saya pernah gagal. Saya pernah menderita.

Ada saat-saat ketika saya tidak mampu memberikan apa yang diharapkan rakyat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah. Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal.

Selama bertahun-tahun, saya belajar satu hal yang sangat sederhana.

Gol-gol akan berlalu. Trofi akan tersimpan di museum. Rekor-rekor akan datang dan pergi.

Namun, ada sesuatu yang tidak bisa dihapus oleh waktu: tempat yang kita miliki di hati orang-orang.

Jika suatu saat saya pernah membuat Anda bahagia, jika gol-gol saya pernah membuat Anda melupakan kekhawatiran atau membuat Anda bangga terhadap negara kita, maka semua perjuangan ini sungguh berarti.

Karena menjadi orang Portugal juga berarti demikian: menderita bersama, bangkit bersama, dan kembali percaya bersama.

Portugal akan selalu membutuhkan anak-anak yang berani bermimpi, pemain yang tidak pernah menyerah, serta generasi baru yang percaya bahwa mereka mampu mencapai sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil.

Baca juga : Ronaldo Didenda Rp5,1 Juta dan Disanksi 30 Hari

Sebab, negara yang terus melahirkan generasi baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri.

Kepada rekan-rekan setim, saya ingin menyampaikan sesuatu yang istimewa.

Terima kasih untuk setiap perjalanan, setiap momen kebersamaan, setiap percakapan, setiap tawa kecil sebelum memasuki lapangan, setiap kemenangan yang kita rayakan bersama, dan setiap kekalahan yang membuat kita semakin kuat.

Saya mendapat kehormatan menjadi kapten kalian. Namun, seorang kapten tidak pernah berjalan sendirian. Kalian semua adalah bagian dari sejarah saya.

Kepada seluruh staf pelatih, jajaran manajemen, fisioterapis, tim perlengkapan, dan semua orang yang telah bekerja bersama saya selama bertahun-tahun, terima kasih.

Banyak dari kalian mungkin tidak pernah muncul dalam foto. Namun, tanpa kalian, foto-foto itu tidak akan pernah ada.

Kepada keluarga saya, terima kasih telah berbagi mimpi ini bersama saya. Terima kasih telah memahami setiap kehilangan, pengorbanan, dan saat-saat ketika sepak bola mengambil waktu yang seharusnya menjadi milik kalian.

Jika saya bisa sampai sejauh ini, itu karena kita selalu menjalaninya bersama.

Kepada rakyat Portugal, dan seluruh orang Portugal yang tersebar di berbagai penjuru dunia, saya ingin menyampaikan satu hal terakhir.

Ada satu gambaran yang akan selalu saya bawa dalam ingatan. Momen ketika saya melihat ke sekeliling dan menyaksikan rekan-rekan setim, tribun stadion, anak-anak, para ibu, ayah, dan seluruh rakyat Portugal yang datang dari jauh hanya untuk berada di sana.

Pada saat-saat seperti itu, kita tidak lagi memiliki perbedaan.

Tidak ada klub, tidak ada warna, tidak ada kelas sosial, tidak ada pekerjaan, dan tidak ada perbedaan pendapat.

Yang ada hanyalah satu cinta.

Baca juga : Cristiano Ronaldo Dijatuhi Skors Sementara oleh Federasi Sepak Bola Portugal

Portugal.

Itulah perasaan yang akan saya bawa sepanjang hidup.

Hari ini, saya mengakhiri perjalanan saya bersama tim nasional. Saya meninggalkan perjalanan ini dengan bangga atas segala yang telah saya capai dan dengan kesadaran bahwa saya telah memberikan seluruh kemampuan saya untuk Portugal.

Namun, saya tidak akan pernah berhenti menjadi bagian dari kalian.

Saya akan terus merasakan kesedihan, kebahagiaan, dan merayakan setiap kemenangan Portugal bersama kalian.

Saya mendedikasikan hidup untuk berjuang menjadi pemain terbaik di dunia. Namun, hari ini saya menyadari bahwa kemenangan terbesar adalah mendapatkan hak istimewa untuk mewakili negara terbaik di dunia.

Terima kasih untuk 23 tahun ini.

Terima kasih telah mempercayai saya. Terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk menjalani mimpi yang dimulai ketika saya masih seorang anak laki-laki di Madeira, berlari mengejar bola.

Nomor 7 akan selalu tahu betapa bangganya saya mengenakan jersey ini. Kebanggaan itu akan selalu melekat pada diri saya.

Portugal akan selalu ada di dalam hati saya.

Selamanya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.