Dark/Light Mode

Persebaya Terpuruk, Tavares Janjikan Kerja Keras Buat Bangkit

Senin, 9 November 2026 05:33 WIB
Bernardo Tavares. (Foto : Persebaya)
Bernardo Tavares. (Foto : Persebaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah setelah rentetan hasil kurang memuaskan hingga pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027.

Kekalahan dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam, semakin menambah tekanan bagi Green Force untuk segera bangkit.

Hasil negatif tersebut terasa semakin berat karena Persebaya sebelumnya juga gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Persijap Jepara dan Kendal Tornadoo FC di I.League Cup 2026/2027.

Baca juga : BRI Super League, Bali United Bantai Persik Kediri 3-0

Menghadapi situasi tersebut, Tavares menegaskan tidak ingin memberikan janji berlebihan kepada suporter. Ia hanya berkomitmen untuk terus bekerja keras demi memperbaiki performa tim.

"Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa selain kerja keras. Sejak hari pertama saya tiba, orang-orang meminta dan menginginkan banyak hal. Saya tidak pernah menjanjikan apa pun. Saya hanya menjanjikan kerja keras. Jadi, saya sedang bekerja," tuturnya.

Tavares juga menyadari besarnya arti dukungan suporter bagi perjalanan Persebaya. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang tetap hadir langsung di Jakarta untuk memberikan dukungan, meskipun tim tengah menghadapi periode sulit.

Baca juga : Persijap Yakin Bisa Bangkit di BRI Super League

"Hal yang bisa saya kendalikan adalah pekerjaan saya. Hal-hal lainnya berada di luar kendali saya. Namun, saya sangat mengapresiasi Bonek dan Bonita yang hadir di sini hari ini. Sayangnya, kami tidak bisa mempersembahkan poin," ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Kekalahan dari Persija juga menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pemain. Gol Ivan Mamut menjelang pertandingan berakhir menjadi pukulan bagi Persebaya yang telah berusaha keras untuk mendapatkan hasil positif.

Tavares mengaku turut merasakan kesedihan para pemainnya setelah pertandingan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sepak bola selalu menghadirkan dua kemungkinan, yakni kemenangan dan kekalahan.

Baca juga : PSS Sleman Siap Hadapi Bhayangkara FC

"Sangat tidak menyenangkan melihat kesedihan di wajah para pemain kami di ruang ganti. Namun, agar seseorang bisa menang, harus ada yang kalah," kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Ia juga menyoroti kegagalan timnya memaksimalkan sejumlah peluang, terutama dalam situasi transisi. Menurutnya, pengambilan keputusan yang lebih baik seharusnya bisa membuka peluang bagi Persebaya untuk mendapatkan hasil berbeda.

"Sangat membuat frustrasi karena kalah di menit-menit akhir, apalagi dengan cara kami menciptakan banyak situasi transisi. Andai pengambilan keputusannya lebih baik, mungkin hasilnya bisa berbeda," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.