Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perkuat Penyuluh Pertanian, Amran-Tito Terbitkan Surat Edaran Bersama
- Kemenekraf Dorong Daya Saing Produk Lokal Lewat Workshop Sinergi Desain
- ILeague Kecam Kekerasan Terhadap Persib U-18 di Rest Area Batang
- Persib Kecam Penyerangan Rombongan EPA U18
- Man United Vs Atletico Madrid, Waspada Tren Positif Tuan Rumah
Desa Energi Uma Palak Lestari Wujudkan Swasembada Pangan
Senin, 12 Oktober 2026 15:40 WIB
DWI PAMBUDO / RM
Di tengah ancaman alih fungsi lahan yang terus menggerus keberadaan subak di Bali, upaya menjaga keberlanjutan pertanian menjadi semakin penting. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Denpasar, sepanjang 2023-2024 terjadi penyusutan lahan pertanian hingga 100 hektare akibat alih fungsi lahan. Saat ini, lahan baku pertanian di Denpasar tersisa sekitar 2.000 hektare, dengan 1.000 hektare di antaranya telah ditetapkan sebagai lahan pertanian abadi melalui peraturan daerah.
Secara keseluruhan, Bali kehilangan rata-rata 750 hektare sawah setiap tahun. Kabupaten Tabanan tercatat mengalami alih fungsi lahan seluas 2.676 hektare dalam satu dekade terakhir, disusul Gianyar 1.276 hektare, Badung 1.099 hektare, dan Denpasar 784 hektare. Tekanan pembangunan dan ekspansi pariwisata menjadi faktor yang mendorong konversi lahan pertanian tersebut.
Di tengah kondisi itu, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai mendampingi petani lokal melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Uma Palak Lestari, yang dijalankan melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari.
Program ini menghadirkan inovasi Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA), yakni sistem irigasi digital yang memanfaatkan energi surya dan mikrohidro. Teknologi tersebut dilengkapi sensor kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kondisi tanah secara real-time.
Penerapan SIUMA memberikan manfaat bagi 408 warga, termasuk 24 petani perempuan. Program ini disebut mampu menekan biaya operasional hingga Rp700 ribu per bulan serta meningkatkan produksi padi organik dari 5,1 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Saat ini, lima hektare sawah dikelola untuk produksi padi organik secara berkelanjutan dengan omzet mencapai Rp476 juta per tahun.
Pengembangan kawasan Uma Palak Lestari juga mencakup sektor ekowisata dan eduwisata. Sejumlah fasilitas dibangun, antara lain ruang terbuka hijau, jalur joging, area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kafe di area peristirahatan, serta area berkemah. Kawasan tersebut menarik sekitar 72 ribu wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahun. Aktivitas wisata ini turut memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dengan nilai mencapai Rp64 juta per tahun.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan melalui program Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari disebut mampu mengurangi emisi sebesar 27,3 ton setara karbon dioksida (CO₂e) setiap tahun.
Melalui program Desa Energi Berdikari, Pertamina mendorong masyarakat memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk pertanian. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta aspirasi Net Zero Emission 2060 melalui pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan.
Tags :
Foto Lainnya