Dark/Light Mode

Pertanian Digital Perkuat Ketahanan Pangan

Minggu, 18 Oktober 2026 05:24 WIB
DWI PAMBUDO / RM
Petani memanfaatkan teknologi digital Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence (AI) untuk penyiraman, memupuk tanaman bawang merah, cabai, dan pare secara otomatis di Persawahan Banyu Kencono, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).
Petani memanfaatkan teknologi digital Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence (AI) untuk penyiraman, memupuk tanaman bawang merah, cabai, dan pare secara otomatis di Persawahan Banyu Kencono, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).

Sistem energi berlapis (redundant power supply) dengan panel surya (solar panel) ditempatkan sebagai sumber energi utama, kecerdasan buatan (artificial intelligence) AI yang dipanggil Alexa bertugas mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis parameter pertanian secara berkala setiap 15 menit melalui gawai petani. pembentukan aset data. Data rekam jejak pertanian yang tersusun secara berkelanjutan dan terukur memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Integrasi teknologi ini adalah kemampuan menghitung nilai ekonomi pertanian secara utuh dan transparan. Saat masa panen tiba, AI tidak hanya menghitung total produksi dan nilai penjualan, tetapi juga merangkum seluruh kalkulasi biaya operasional selama satu siklus tanam untuk mendukung kedaularant dan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi pertanian.