Dark/Light Mode

Resiko Depresi Pasca Pemilu

Rabu, 28 Februari 2024 22:00 WIB
M QORI HALIANA / RM
Dari kiri, Peneliti Utama Ray Wagiu Basrowi, Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Romo Mudji Sutrisno dan Kristin Samah menyampaikan hasil studi observasional terkait kesehatan jiwa dan pemilu, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Hasil study observasional terkait kesehatan jiwa dan pemilu menemukan, prevalensi kecemasan (anxiety) sedang hingga berat mencapai 16 persen dan depresi (depression) sebesar 17,1 persen. Temuan ini lebih tinggi dibanding data hasil Riskesdas 2018 dan Direktorat Keswa Kemenkes 2022.
Dari kiri, Peneliti Utama Ray Wagiu Basrowi, Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Romo Mudji Sutrisno dan Kristin Samah menyampaikan hasil studi observasional terkait kesehatan jiwa dan pemilu, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Hasil study observasional terkait kesehatan jiwa dan pemilu menemukan, prevalensi kecemasan (anxiety) sedang hingga berat mencapai 16 persen dan depresi (depression) sebesar 17,1 persen. Temuan ini lebih tinggi dibanding data hasil Riskesdas 2018 dan Direktorat Keswa Kemenkes 2022.