RM.id Rakyat Merdeka - Manohara Odelia Pinot keberatan sering dilabeli sebagai mantan istri pangeran Kelantan. Sebab, menurut Mano, hubungannya dengan warga Malaysia tersebut kala itu tidak didasari atas keinginannya.
Mano membuat surat terbuka untuk media massa di Tanah Air melalui akun Instagram-nya.
Mano meminta media untuk menghapus dan tidak lagi menggunakan label dirinya sebagai mantan istri pangeran dalam pemberitaan.
Mano menjelaskan, apa yang terjadi padanya saat terlibat dengan pangeran itu bukan sesuatu yang disetujuinya.
Baca juga : Presiden Gelar Taklimat di Hambalang: Pemerintah Tak Gentar Hadapi Serangan Fitnah
“Selama bertahun-tahun, saya secara berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai ‘Mantan Istri (blank)’. Saya menulis ini dengan hormat menjelaskan bahwa deskripsi tersebut tidak akurat dan menyesatkan,” tegas Mano.
Menurutnya, apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, hubungan yang disetujui dan bukan pernikahan yang sah. Tidak pernah ada hubungan yang dia inginkan, setujui atau masuk ke dalamnya secara sukarela.
Aktivis perlindungan satwa liar ini menceritakan, saat itu, usianya masih di bawah umur, dalam paksaan dan tak memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri.
Artinya dirinya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan.
Baca juga : Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Beras
Penggunaan istilah ‘mantan istri’ menyiratkan hubungan dan pernikahan yang sah, sukarela, dan dewasa. Implikasi tersebut salah. Hal ini mengubah situasi paksaan menjadi hubungan yang sah dan mendistorsi kenyataan.
“Saya meminta media Indonesia, editor, penulis, dan platform digital (termasuk Google dan Wikipedia) untuk menghentikan penggunaan label ini saat merujuk pada saya,” ungkapnya.
Mano menuturkan, permintaannya menghilangkan label tersebut bukan semata-mata untuk mengorek masa lalu, melainkan sebagai bentuk meluruskan fakta.
“Hati-hati, bahasa itu penting. Kata-kata memiliki konsekuensi. Orang-orang yang selamat layak untuk memiliki cerita mereka digambarkan dengan jujur dan bermartabat,” tutupnya.
Baca juga : 6 Partai Beri Dukungan, Pilkada Lewat DPRD Menguat
Sekadar informasi, pada tahun 2009, nama Manohara, sempat menjadi perbincangan usai ibundanya Daisy Fajarina, menyebut anaknya mendapatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari Pangeran Kelantan, Malaysia, yang kala itu disebut sebagai suaminya. TAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Kamis, 8 Januari 2026 dengan judul "Manohara, Protes Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.