Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terus Dukung Proses Pembelajaraan, Optimalkan Beasiswa Bagi Warga Terdampak Bencana
Fahriza Marta Tanjung: Usulan Tidak Boleh Mengganggu Anggaran
Rabu, 7 Januari 2026 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah diusulkan mengoptimalisasi beasiswa bagi pelajar terdampak bencana di Sumatera.
Usulan itu datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati.
Usulan ini disambut baik. Meskipun di sisi lain, usulan ini juga mendapatkan catatan, yakni realisasi yang dibayangi persoalan ketersediaan anggaran dan akurasi data.
Kurniasih menjelaskan, negara diminta memberikan keberpihakan nyata bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak sekolah dan mahasiswa yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.
Menurut dia, langkah ini krusial dilakukan oleh Pemerintah.
“Mengingat bencana sering kali melumpuhkan kondisi ekonomi keluarga sehingga meningkatkan risiko putus sekolah,” ujar Kurniasih, Senin (5/1/2025).
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Wakil Ketua Komisi X DPR RI
Dia menambahkan, negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studinya melalui beasiswa. “Melalui optimalisasi PIP, KIP Kuliah, bantuan UKT dan berbagai beasiswa pendidikan lainnya,” ujar Kurniasih.
Sedangkan, Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Fahriza Marta Tanjung mengingatkan, supaya kebijakan optimalisasi beasiswa tersebut tidak mengganggu alokasi rutin pendidikan yang jumlahnya sudah sangat terbatas di kementerian.
Sebab, kata dia, pagu di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu sangat kecil dari total anggaran fungsi pendidikan.
“Jangan sampai usulan Komisi X DPR ini justru mengganggu anggaran yang sudah ada, sementara di lapangan masih banyak sekolah yang bahkan belum tersentuh bantuan sama sekali,” ujar Fahriza kepada Rakyat Merdeka, Selasa (6/1/2026).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, ada sebanyak 4.149 satuan pendidikan terdampak bencana.
Dari sejumlah itu, 3.508 sekolah sudah dapat beroperasi, 587 sekolah dalam proses pembersihan, dan 54 sekolah melaksanakan pembelajaran di tenda darurat.
Baca juga : Undang Jokowi Dan Gibran, PSI Jateng Akan Gelar Rakorwil Di Kota Solo
Untuk mendukung proses pembelajaran di daerah terdampak bencana tersebut, Kemendikdasmen menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.
Kebijakan ini menjadi acuan nasional bagi Pemerintah Daerah dan satuan pendidikan dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di tengah situasi darurat akibat bencana alam.
Surat Edaran tersebut menyebutkan, satuan pendidikan diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan tingkat dampak bencana.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap metode pembelajaran, waktu pelaksanaan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia.
Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan berbagai alternatif pembelajaran.
Termasuk pembelajaran tatap muka terbatas, pembelajaran jarak jauh, maupun bentuk pembelajaran lain yang relevan dengan kondisi setempat.
Baca juga : Disampaikan Fadli Zon, Prabowo Itu Pemimpin Yang Strong Leadership
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menjelaskan, kebijakan ini merupakan bentuk hadirnya negara dalam situasi krisis.
Menurut dia, pendidikan harus tetap berjalan meskipun bencana terjadi, selama keselamatan seluruh warga satuan pendidikan tetap menjadi pertimbangan utama.
“Pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana. Namun, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari laman puslabdik.kemendikdasmen.go.id, Selasa (6/1/2026).
Untuk mengetahui pandangan Fahriza Marta Tanjung mengenai usulan optimalisasi beasiswa untuk siswa dan mahasiswa terdampak bencana Sumatera, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya