Dark/Light Mode

Presiden Gelar Taklimat di Hambalang: Pemerintah Tak Gentar Hadapi Serangan Fitnah

Rabu, 7 Januari 2026 08:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada jajaran Kabinet Merah Putih, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada jajaran Kabinet Merah Putih, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Awal Tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025). Dalam taklimatnya, Prabowo menegaskan tidak gentar menghadapi berbagai serangan fitnah yang diarahkan kepada Pemerintah. 

Taklimat ini diikuti jajaran Kabinet Merah Putih, Kepala Badan/Lembaga, Staf Khusus Presiden, Penasihat Presiden, Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf TNI, dan pejabat lainnya. Acara dimulai pukul 14.00 WIB. Sejak pukul 11.20, para pejabat sudah berdatangan ke Kompleks Padepokan Garuda Yaksa. Mereka kompak mengenakan safari warna cokelat atau khaki.

Acara digelar di sebuah tenda besar. Formasi kursi berbentuk huruf U. Presiden Prabowo duduk di bagian tengah dengan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Samping kiri dan kanan keduanya, duduk para Menteri Koordinator. Sedangkan para peserta Taklimat duduk rapi pada kursi kiri dan kanan yang berbaris rapi. Di bagian depannya, ada kursi untuk Presiden pidato dan sebuah podium kecil.

Ada empat monitor besar yang memudahkan para peserta menyimak materi taklimat. Selain itu, di setiap kursi peserta telah dilengkapi monitor masing-masing.

Sebelum acara dimulai, Prabowo dan Gibran berkeliling menyapa para peserta taklimat. Setelah itu, Prabowo-Gibran duduk berdampingan di kursi bagian tengah.

Baca juga : Hari Ini, Seluruh Anggota Kabinet Retret di Hambalang

Di awal taklimat, dilakukan pemutaran video capaian kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan dalam penanganan pascabencana Sumatera dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Satgas ini tidak hanya membangun jembatan di wilayah terdampak bencana, tetapi juga di berbagai pelosok Indonesia,” ucap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, saat membuka sesi taklimat.

Dalam taklimatnya, Prabowo menyerukan kepada kabinet tidak takut dengan ejekan, hantaman, hingga fitnah. Kata Prabowo, cacian harus diterima sebagai bentuk kebanggaan selama pemerintahan berada di jalan yang benar dan berpihak pada rakyat kecil.

"Saudara-Saudara, kita pasti dimaki, kita pasti difitnah. Banyak kekuatan yang memang senang Indonesia penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” ucap Kepala Negara.

Prabowo mengungkap, ada kelompok tertentu yang diuntungkan apabila praktik korupsi, penipuan, dan penyalahgunaan wewenang terus tumbuh subur di Tanah Air. Kelompok ini ingin kondisi tersebut terus berlangsung. Makanya, mereka selalu menjelekkan dan memfitnah Pemerintah.

Karenanya, Prabowo meminta seluruh kabinet tetap solid dan tidak goyah menghadapi berbagai serangan tersebut. Prabowo menekankan, Pemerinta harus membuktikan diri memiliki niat yang bersih. Tidak mencuri uang rakyat. Sepenuhnya bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca juga : KUHP Yang Baru Tidak Melarang Kritik Pemerintah

“Kita buktikan, kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita. Kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikit pun gentar,” tegasnya.

Prabowo menegaskan, serangan berupa fitnah dan ejekan tidak boleh menjadi alasan bagi Pemerintah untuk mundur dari perjuangan. Sebaliknya, hal itu harus dimaknai sebagai tanda bahwa Pemerintah berada di jalur yang benar.

“Kalau kita dihantam, kita difitnah, kita diejek, terima itu sebagai kebanggaan. Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran,” terangnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, Taklimat Awal Tahun ini digelar karena Prabowo ingin membulatkan kembali tekad seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. "Untuk kepentingan masyarakat,” terangnya, saat jeda istirahat taklimat.

Mengenai materi, Mensesneg menerangkan, dalam taklimat ini dibahas sejumlah capaian program prioritas pemerintah. Mulai dari MBG yang sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat, Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah menjangkau 70 juta orang, hingga pembangunan jembatan gantung di sejumlah daerah untuk akses utama anak-anak menuju sekolah.

Baca juga : Hadiri Puncak Natal Nasional, Prabowo Serukan Pentingnya Politik Damai

Juru Bicara Presiden itu menerangkan, pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo sekitar satu bulan lalu. “Alhamdulillah, dalam satu bulan sudah ada perkembangan. Sebanyak 11 jembatan gantung sudah selesai dibangun, sekitar 50 jembatan sedang dalam proses,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah akan terus mengejar pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat mendesak. Berdasarkan laporan dari lapangan, masih terdapat sekitar 6.900 jembatan gantung yang membutuhkan penanganan dan ditargetkan dikebut penyelesaiannya pada 2026.

Dalam rangkaian taklimat ini, Prabowo juga menerima paparan dari delapan menteri terkait pelaksanaan dan percepatan program prioritas Pemerintah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.