BREAKING NEWS
 

Teror Ambarwati Warnai Film Reuni Berdarah, Angkat Kisah Nyata dari Puncak

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 4 Agustus 2026 15:46 WIB
Foto: CAS Picture.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengalaman mistis yang dialami tim produksi saat melakukan survei lokasi syuting di kawasan Puncak menjadi inspirasi lahirnya film pendek horor Reuni Berdarah.

Diproduksi CAS Picture, film ini memadukan kisah teror supranatural dengan drama emosional, sekaligus menjadi panggung debut bagi sejumlah talenta baru di industri perfilman Indonesia.

Film Reuni Berdarah mengangkat cerita sekelompok anak muda yang berkumpul untuk menggelar reuni sekaligus berlibur.

Momen yang semula penuh keceriaan berubah menjadi mimpi buruk setelah beberapa anggota rombongan melakukan tindakan yang dianggap melanggar norma di lokasi yang mereka datangi.

Tindakan tersebut dipercaya memicu kemarahan sosok Ambarwati. Sejak saat itu, berbagai gangguan mistis mulai menghantui mereka.

Baca juga : Film Akal Imitasi Tegaskan Peran Guru Tak Tergantikan oleh AI

Teror demi teror bermunculan hingga memaksa seluruh rombongan berjuang menyelamatkan diri dari ancaman yang terus menghantui.

Situasi semakin mencekam karena mereka tidak hanya menghadapi sosok gaib, tetapi juga harus menanggung konsekuensi dari perbuatan yang telah mereka lakukan.

Berbeda dari film horor pada umumnya, Reuni Berdarah juga menyisipkan kisah emosional tentang seseorang yang semasa hidup memendam perasaan cinta, tetapi tak pernah sempat mengungkapkannya.

Adsense

Setelah meninggal dunia, sosok tersebut kembali dengan satu tujuan, yakni menyampaikan perasaan yang selama hidupnya tak pernah terucap. Unsur tersebut memberikan lapisan drama yang memperkuat cerita di balik teror yang dihadirkan.

Produser Reuni Berdarah, Wan Emiliy Sjharir, mengatakan film ini juga dirancang sebagai wadah bagi talenta-talenta baru yang ingin memulai karier di dunia seni peran.

Baca juga : Film "Istimewa" Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Sebelum proses syuting, para pemain mengikuti workshop dan pembinaan untuk memperdalam kemampuan akting serta memahami karakter yang diperankan.

"Selama proses produksi kami memulai dari workshop, pembinaan pemain hingga syuting. Kami ingin memberikan kesempatan kepada talenta baru yang sebelumnya belum pernah berakting," ujar Wan Emiliy saat gala premiere.

Salah satu pemain baru yang diperkenalkan merupakan pemenang Mojang Purwakarta 2020. Selain itu, cucu penyanyi dangdut legendaris Elvy Sukaesih juga menjalani debut akting melalui film ini.

Meski berdurasi sekitar 5 hingga 30 menit, proses produksi Reuni Berdarah dilakukan secara serius. Mulai dari pengembangan cerita, workshop, pendalaman karakter, hingga pengambilan gambar dipersiapkan secara matang agar setiap adegan mampu memberikan kesan yang kuat kepada penonton.

Film ini turut dibintangi Yama Carlos, bersama Cani Prillia, jebolan Mojang Kewes Purwakarta 2025, serta Rumyrach, Taufik Hidayat, Kefan SJ, Fadly, Fardan Tamaela, dan Indah Purnamasari.

Baca juga : Sheila Dara Aisha, Kebaya Penuh Makna Dan Cerita

Di balik kisah teror Ambarwati, Reuni Berdarah juga menyampaikan pesan moral agar masyarakat selalu menjaga sikap saat mengunjungi tempat baru, terutama lokasi yang belum dikenal, serta menghormati norma dan aturan yang berlaku.

"Pesan dari film ini adalah berhati-hati untuk melakukan hal-hal yang terlarang, terutama di tempat-tempat yang baru dikunjungi," tutup Wan Emiliy.

Dengan memadukan pengalaman nyata tim produksi, teror Ambarwati, drama tentang cinta yang tak tersampaikan, serta kehadiran talenta-talenta baru, Reuni Berdarah menawarkan warna berbeda dalam perfilman horor pendek Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense