BREAKING NEWS
 

Tentang Kenaikan UMP 2025, Pro Kontranya Belum Selesai

Ristadi: Kondisi Sekarang Ini Tentu Kami Syukuri

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 12 Desember 2024 07:50 WIB
Ristadi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025. Besaran UMP itu, menimbulkan pro kontra di kalangan pengusaha dan pekerja.

Menurut Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi, penetapan Upah Minimum Provinsi 2024, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pengupahan. 

"Penetapan UMP Jakarta tahun 2025, dihitung menggunakan formula Peraturan Menteri Ketanakerjaan, dengan nilai kenaikan sebesar 6,5 persen," kata Teguh di Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2024).

Baca juga : Hariyadi Sukamdani: Kerap Lebih Banyak Pertimbangan Politis

Teguh menjelaskan, UMP Jakarta tahun 2025, menjadi Rp 5.396.761. Dia menambahkan, kenaikan UMP itu sebesar 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Diketahui, UMP Jakarta 2024 sebesar Rp 5.067.381. Besaran UMP ini juga berlaku bagi pekerja atau buruh, dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Menanggapi kenaikan UMP Jakarta, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani khawatir, kenaikan UMP ini berisiko menciptakan ketidakseimbangan dalam pasar tenaga kerja, dan berdampak buruk bagi pencari kerja di sektor tersebut. Dia menjelaskan, saat ini antara jumlah pencari kerja dan lowongan pekerjaan tidak sesuai

Baca juga : Kapolri Komitmen Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

"Jaraknya terlalu lebar antara lapangan kerja yang tersedia, dengan pekerja yang mau bekerja," ucap Hariyadi kepada Rakyat Merdeka, Rabu (11/12/2024).

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengaku bersyukur atas kenaikan upah minimum tahun 2025. 

Meskipun, kata dia, kenaikan UMP, di Jakarta dan daerah lain, belum bisa meningkatkan daya beli masyarakat. "Hanya mempertahankan daya beli," ucapnya, Rabu (11/12/2024).

Baca juga : Kinerja Semen Indonesia Diyakini Semakin Moncer

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Ristadi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense