Dark/Light Mode

Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Rosan: Indonesia Butuh Investasi 13.528 Triliun

Kamis, 12 Desember 2024 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp 13.528 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

“Sesuai arahan Presiden, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen, Kementerian Investasi akan menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi,” ujar Rosan.

Baca juga : Curah Hujan Diramal Ekstrem, Jabodetabek Rawan Banjir

Untuk mencapai target tersebut, menurutnya, target realisasi investasi Indonesia harus tumbuh signifikan setiap tahun. Untuk target 2025 sudah ditetapkan sebesar Rp 1.906 triliun.

Dijelaskan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini, target tersebut akan ditingkatkan secara berkala sampai dengan 2029.

“Ini tugas yang tidak mudah. Memerlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh kementerian dan badan sampai provinsi, kabupaten, kota untuk mewujudkan target yang sudah dicanangkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN),” jelas Rosan.

Baca juga : Indonesia Vs Laos, Tim Garuda Muda Siapkan Strategi Jitu

Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, lanjutnya, Indonesia juga akan memprioritaskan pengembangan industri hilir agar nilai tambah Sumber Daya Alam (SDA) bisa meningkat.

Rosan menyebut, hingga 2040, hilirisasi yang dilakukan Indonesia diperkirakan membutuh investasi 618 miliar dolar AS atau Rp 9.826 triliun (kurs Rp 15.900).

Rinciannya, investasi untuk mineral dan batubara 498,4 miliar dolar AS. Mencakup komoditas batubara, nikel, timah, tembaga, besi baja, bauksit, mangan dan lain-lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.