BREAKING NEWS
 

Wacana Penulisan Ulang Sejarah Tuai Polemik

La Tinro La Tunrung: Kalau Ada Yang Salah, Diperbaiki Dan Diluruskan

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 21 Mei 2025 07:40 WIB
La Tinro La Tunrung, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan akan menulis ulang sejarah nasional Indonesia. Bagaimana pandangan Anda?

Adsense

Kalau masalah sejarah nasional Indonesia, menurut saya itu sangat perlu.

Kenapa?

Karena dalam sejarah itu kan ada pro kontra. Prinsipnya, kalau memang ada yang kurang dalam penulisan sejarah, ditambahkan. Kalau ada yang salah, ya diperbaiki dan diluruskan. Kalau ada yang masih perlu perbaikan, diperbaiki.

Tetapi, gagasan untuk menulis ulang sejarah nasional ini telah menimbulkan pro kontra di masyarakat?

Baca juga : OSO: Pemuda Harus Punya Jiwa Petarung

Apapun namanya sejarah yang dibuat, wajar saja jika ada yang pro dan kontra. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju, ada pendapat lain, pendapat berbeda. Saya pikir wajar-wajar saja.

Lalu, bagaimana supaya tidak menimbulkan pro kontra?

Ya, dalam penulisan ulang sejarah ini harus dipaparkan ke masyarakat, akademisi, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat yang lain. Saat ini, banyak tokoh-tokoh sejarah yang masih ada dan mengetahui mengenai sejarah yang terdahulu.

Orang-orang tua kita kan masih hidup. Banyak masih hidup dan bisa dijelaskan fakta sejarahnya.

Maksud Anda semua pihak diajak dalam proses pembuatannya?

Baca juga : PJ Bupati-Eks Kadis PUPR Mulai Digadang-gadang

Dibahas bersama-sama dengan tokoh masyarakatnya, tokoh agama, orang-orang tua kita, para sajarawan yang banyak mengetahui tentang sejarah. Jadi kalau saya pada prinsipnya oke-oke saja.

Bagi saya, nggak ada masalah pembuatan sejarah. Bahkan, itu bagus. Karena dalam sejarah yang sudah ada itu, perlu ada penambahan dan pengurangan.

Selain mengajak terlibat dalam pembuatan sejarah ini. Apa yang perlu dilakukan oleh Pemerintah agar tidak ditolak masyarakat?

Harus terbuka. Sejarah yang salah dan yang mau diperbaiki itulah nantinya perlu didiskusikan. Jangan nanti ujuk-ujuk terus ada, hal itu yang menimbulkan masalah.

Nah, kemarin juga kan ada beberapa penolakan, karena sudah dinarasikan ingin memasukkan sejarah-sejarah baru, dan yang menghapus sejarah yang lama?

Baca juga : Jangan Ada Pengaburan!

Kalau ingin membuat sejarah baru, apapun yang dibikin harus semua terlibat, supaya saling mengoreksi, kan.

Intinya, pelibatan sejarawan, kampus, dan lain sebagainya. Dan sejarah yang sudah, maaf, belum tentu salah. Tapi mungkin ada perlu penambahan. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 21 Mei 2025 dengan judul "Wacana Penulisan Ulang Sejarah Tuai Polemik, La Tinro La Tunrung: Kalau Ada Yang Salah, Diperbaiki Dan Diluruskan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense