BREAKING NEWS
 

Kembali Digelar Kemendagri, Retret Kepala Daerah Tahap 2 Menuai Kritik Dan Dukungan

Deddy Sitorus: Menurut Saya Sih, Itu Namanya Pemborosan

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 25 Juni 2025 07:50 WIB
Deddy Sitorus, Anggota Komisi II DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda mengenai kebijakan pemerintah khususnya terkait retret kepala daerah tahap kedua ini?

Menurut saya, itu pemborosan.

Kenapa?

Mengingat Presiden sudah mengeluarkan kebijakan efisiensi dan bahkan pemangkasan anggaran.

Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Yang Bilang Pemborosan Tidak Tahu Masalahnya

Jika retret sebagai pemborosan, lalu bagaimana efektifnya?

Pertemuan seperti itu sebenarnya bisa dilakukan dengan zoom meeting saja untuk penghematan.

Apa saran Anda dalam situasi ekonomi dan anggaran negara yang sedang sulit ini?

Saya lebih setuju kalau Kemendag­ri mengumpulkan Gubernur dan Kepala Daerah dalam satu Provinsi atau per pulau jika ada masalah yang ingin diselesaikan atau ada kebutuhan mediasi dan atau konsolidasi.

Baca juga : PKB: Perbaiki Kurikulum & Tata Kelola Pesantren

Menurut Anda, dari retret tahap pertama apakah baik dan kinerjanya bagus?

Kalau melihat retret yang per­tama, out put dan outcome nya tidak signifikan bagi kepala daerah selain interaksi fisik. Di luar itu sebenarnya bisa dilakukan secara daring. Tetapi sebagai awal konsolidasi pemerin­tahan bisa kita mengerti dan terima.

Apakah retret berikutnya perlu ditinjau ulang?

Retret kedua ini menurut saya harus dipertimbangkan ulang. REN

Baca juga : PSI Jateng Mantap Dukung Kaesang Jadi Ketua Umum

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 25 Juni 2025 dengan judul "Kembali Digelar Kemendagri, Retret Kepala Daerah Tahap 2 Menuai Kritik Dan Dukungan, Deddy Sitorus: Menurut Saya Sih, Itu Namanya Pemborosan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense