RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMA sederajat sudah berlangsung sejak Senin, 3 November 2025. Namun, di laman change.org sedang ramai penolakan terkait pelaksanaan TKA ini.
Pantauan Rakyat Merdeka pada Selasa (4/11/2025) pukul 17.00, petisi berjudul “Batalkan Pelaksanaan TKA” ini sudah mendapat 241.512 tanda tangan.
Dalam pemaparan masalah, pembuat petisi dengan nama akun Siswa Agit menjelaskan, sebagai siswa yang menjalani TKA, dia dan teman-temannya sangat merasa prihatin karena tekanan dalam belajar bertambah.
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Kami Akan Buka Ruang Dialog Dan Dengar Keluhan
“Sebagai salah satu dari banyak siswa yang akan menghadapi TKA 2025, saya, bersama teman-teman seangkatan, merasakan keprihatinan yang mendalam,” tulis Agit.
Menurut Agit, sistem baru ini tidak hanya menambah tekanan pada dirinya dan teman-temannya saja. “Ini juga mempermainkan masa depan pendidikan kami,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengaku akan menyikapi serius adanya petisi terkait penolakan TKA tersebut. Menurut dia, petisi ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah.
Baca juga : Top, Usaha Kecil Bisa Tumbuh
“Hal ini untuk mempertimbangkan apakah kami perlu mendorong Pemerintah agar kebijakan ini direvisi atau diganti dengan sistem seleksi yang lebih adil dan transparan,” ujar Lalu Hadrian Irfani kepada Rakyat Merdeka, Selasa (4/11/2025).
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, petisi tersebut merupakan ekspresi dari siswa kelas XII SMA sederajat. Menurut dia, petisi ini muncul juga karena pelaksanaan TKA dinilai tergesa-gesa.
“Mungkin di sekolahnya tidak terlalu siap menghadapi TKA ini,” ujar Satriwan kepada Rakyat Merdeka, Selasa (4/11/2025).
Baca juga : Ace: Pemimpin Daerah Harus Tangguh, Visioner, Berintegritas
Untuk mengetahui pandangan Satriwan Salim mengenai adanya petisi penolakan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa SMA sederajat, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.