BREAKING NEWS
 

Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jangan Berhenti Di Tataran Seremonial

Rudianto Lallo: Harus Bisa Terjemahkan Keinginan Pak Presiden

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Senin, 10 November 2025 07:10 WIB
Rudianto Lallo, Anggota Komisi III DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat terbentuknya Komisi Reformasi Polri?

Saya menghormati Komisi Reformasi Polri bentukan Pak Presiden, karena saya melihat ada keinginan untuk memperbaiki institusi Kepolisian ke depannya. Presiden tentu punya maksud dan tujuan tertentu. Sekarang kami berharap orang-orang yang ditunjuk mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan Presiden untuk memperbaiki institusi Kepolisian itu sendiri.

Dengan komposisi komisioner yang ada, bagaimana pandangan Anda?

Saya melihat komposisinya ini orang-orang lama juga, tidak ada hal istimewa. Mereka tokoh-tokoh yang selama ini menjadi bagian dari pemerintahan sejak zaman Orde Baru, era reformasi, sampai hari ini. Termasuk dari unsur Polri sendiri, ada mantan Kapolri dari berbagai era. Jadi menurut saya, komposisinya tidak ada hal baru. Namun, kami tetap berharap mereka mampu menerjemahkan keinginan Presiden.

Baca juga : Dulu Berkuku Mak Lampir, Sekarang Bersih Dan Pede...

Reformasi seperti apa yang menurut Anda penting dilakukan di tubuh Polri?

Reformasi bisa dilakukan dalam tiga hal, yakni struktural, instrumental, dan kultural. Menurut kami di Komisi III DPR, semangat reformasi sebenarnya sudah berjalan dan menunjukkan hasil yang baik.

Kalau sudah berjalan, kenapa Presiden masih perlu membentuk Komisi Reformasi Polri?

Mungkin Presiden punya cara pandang sendiri. Kami berharap komisi ini mampu menerjemahkan kemauan Presiden. Tapi kalau melihat komposisinya, kan orang-orang lama juga. Padahal kami berpikir, sebaiknya ada tokoh-tokoh dari koalisi masyarakat sipil, terutama yang selama ini konsisten mendorong perbaikan di tubuh Polri.

Baca juga : Biaya Politik Mahal Sekali, Kondisi Keuangan Terbatas

Apakah Anda melihat sudah ada perbaikan yang dilakukan Polri belakangan ini?

Kapolri saat ini sudah banyak merangkul aktivis dan tokoh dari berbagai latar belakang. Bahkan Polri sekarang juga ikut terlibat di sektor pangan. Ini menunjukkan reformasi sudah berjalan cukup baik, baik dari sisi struktural, instrumental, maupun regulasi. Yang tersisa tinggal pembenahan di aspek kultural.

Maksudnya seperti apa pembenahan di aspek kultural ini?

Begini, Polri itu harus menjadi pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat. Nilai-nilai itu harus dijalankan dengan baik. Selain itu, penegakan hukum tidak boleh disalahgunakan oleh aparat penegak hukum. NNM

Baca juga : Prabowo: Berbuat Terbaik, Manusia Mati Tinggalkan Nama

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 10 November 2025 dengan judul "Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jangan Berhenti Di Tataran Seremonial, Rudianto Lallo: Harus Bisa Terjemahkan Keinginan Pak Presiden"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense