Sebelumnya
Maraknya jaksa yang terjaring OTT KPK kembali menjadi sorotan publik. Bagaimana pandangan Anda terhadap kondisi ini?
Fenomena ini menunjukkan bahwa dibutuhkan reformasi yang menyeluruh dan sistemik. Pembenahan tidak bisa dilakukan secara parsial, karena persoalan integritas harus ditangani dari hulu ke hilir.
Reformasi seperti apa yang menurut Anda paling mendesak untuk dilakukan?
Baca juga : Kemenko Polkam Kawal Program Prioritas Presiden
Salah satu yang paling penting adalah pengawasan. Kejaksaan Agung harus menerapkan sistem pengawasan yang melekat dan dilakukan secara terus-menerus terhadap seluruh jajaran, bukan hanya sesekali atau reaktif setelah terjadi pelanggaran.
Selain pengawasan, aspek apa lagi yang perlu dibenahi?
Transparansi dan akuntabilitas juga sangat penting. Semua data yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Kejaksaan harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Baca juga : DPR Minta Semua Waspada
Bagaimana dengan penindakan terhadap jaksa yang terbukti melanggar hukum atau kode etik?
Harus ada komitmen kuat dalam penerapan sanksi yang tegas. Siapa pun jaksa yang melanggar kode etik maupun hukum pidana harus ditindak tanpa pandang bulu. Ketegasan ini penting agar menjadi efek jera dan mencegah pelanggaran serupa terulang di masa depan.
Apakah DPR akan terus mengawal agenda reformasi Kejaksaan ini?
Baca juga : Target Indonesia Emas 2045, Gerindra Gaungkan Transformasi Ekonomi
Tentu. DPR, khususnya Komisi III, akan terus mendorong dan mengawasi agar reformasi Kejaksaan benar-benar berjalan secara menyeluruh demi memperkuat integritas lembaga penegak hukum. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 29 Desember 2025 dengan judul "Sepanjang Tahun 2025 Ada 11 OTT KPK, Korupsi Masih Terjadi, Perlu Reformasi Sistemik, Abdullah: Tanpa Reformasi, OTT Terus Berulang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.