Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Target Indonesia Emas 2045, Gerindra Gaungkan Transformasi Ekonomi
Senin, 29 Desember 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Gerindra, Azis Subekti mengungkapkan pentingnya membangun fondasi industrialisasi modern demi mencapai visi Indonesia Emas 2045. Anggota Komisi II DPR ini menggaungkan transformasi ekonomi dengan tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah dan konsumsi.
“Hal itu telah berulang kali ditegaskan Pemerintah dan DPR dalam berbagai dokumen perencanaan nasional,” kata Azis di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Azis mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Isinya, kata dia, menekankan semangat membangun fondasi awal untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam RPJMN tersebut, kata Azis, transformasi ekonomi ditempatkan sebagai agenda utama dengan tujuan membangun struktur ekonomi yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. Indonesia, kata dia, ditargetkan menjadi negara berpendapatan tinggi dengan industri maju, sumber daya manusia unggul, serta ketahanan ekonomi yang kuat.
"Untuk itu, kita perlu ikut berkompetisi dalam menciptakan semikonduktor atau material listrik sebagai “otak” dari hampir seluruh aktivitas ekonomi saat ini," ujarnya.
Baca juga : Pastikan Kondisi Internal Solid, PPP Kepri Sukses Gelar Musyawarah Wilayah
Misalnya, lanjut Azis, pembuatan chip untuk ponsel, kendaraan, mesin pabrik, hingga sistem layanan publik. Ketika pasokan chip atau semikonduktor terganggu, industri akan melambat, harga naik, dan lapangan kerja terancam.
“Krisis chip global 2020–2022 menjadi pengingat bahwa ketergantungan penuh pada impor komponen strategis bertentangan dengan arah RPJMN yang menekankan ketahanan industri nasional,” katanya.
Azis melanjutkan, dalam RPJMN, pembangunan industri diarahkan pada pendalaman struktur industri dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Artinya, kata dia, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar atau perakit akhir, tetapi harus terlibat lebih dalam dalam rantai nilai global.
Namun demikian, anak buah Ketua Umum Prabowo Subianto itu menekankan perlunya kehati-hatian fiskal dan kebijakan yang realistis. Karena itu, strategi pengembangan semikonduktor nasional harus disesuaikan dengan kemampuan industri dalam negeri.
“Penguatan diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor, serta manufaktur elektronik dan komponen pendukung. Segmen ini lebih padat karya, lebih realistis secara investasi, dan mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar,” jelasnya.
Baca juga : Biaya Perawatan Tinggi, KPK Ajukan Lelang Dua Kapal Persiar Terdakwa
Menurut Azis, pendekatan tersebut selaras dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, kata dia, agenda memperkuat kemandirian ekonomi nasional, mempercepat industrialisasi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Azis juga menyoroti relevansi agenda hilirisasi yang menjadi pilar RPJMN dan kembali ditegaskan dalam Asta Cita. Dia membeberkan, Indonesia memiliki sumber daya nikel, tembaga, dan timah yang penting bagi industri elektronik. Hilirisasi, kata dia, harus menghasilkan industri dan pekerjaan, bukan sekadar ekspor bahan setengah jadi.
"Tapi, menghubungkan sumber daya alam dengan manufaktur elektronik adalah bentuk hilirisasi yang lebih bermakna dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Azis mengingatkan, pembangunan industri tidak bisa dilepaskan dari pembangunan manusia. RPJMN menegaskan peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia sebagai syarat utama transformasi ekonomi. Hal ini, kata dia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat pendidikan vokasi dan keterampilan industri.
"Tanpa teknisi, operator, dan insinyur terampil, strategi semikonduktor hanya akan berhenti di atas kertas," ujarnya.
Baca juga : Pertamina Wujudkan Bring The Barrel Home
Azis menegaskan, pada akhirnya semikonduktor bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal arah pembangunan nasional. RPJMN, kata dia, memberi kerangka perencanaan, Asta Cita memberi mandat politik, dan Visi Indonesia Emas 2045 memberi tujuan jangka panjang.
"Tantangannya adalah memastikan ketiganya bertemu dalam kebijakan yang konsisten dan eksekusi yang konkret,” pungkasnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya