BREAKING NEWS
 

Situasi Timteng Masih Memanas, Demi Hemat Energi, Pemerintah Munculkan Opsi WFH Bagi ASN

Mardani Ali Sera: Tidak Cukup Hanya Melakukan WFH ASN

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 25 Maret 2026 07:10 WIB
Mardani Ali Sera, Anggota Komisi II DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan menyusul konflik yang terjadi di Timur Tengah pasca Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. Salah satunya dengan mempertimbangkan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencana ini pun menjadi perbincangan.

Hal ini disampaikan Prabowo usai menjelaskan langkah Pakistan menghemat anggaran usai eskalasi tersebut, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Pakistan telah menganggap perang antara AS-Iran sebagai situasi kritis hingga menyebutnya sebagai "critical measures". Prabowo meminta Pemerintah Indonesia mempelajarinya.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira, kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata Prabowo.

Prabowo menuturkan, penghematan tetap perlu dilakukan meski situasi kini belum mencapai tingkat terburuk. Dengan begitu, defisit APBN tidak membengkak lebih lanjut akibat kenaikan harga minyak dunia pascakonflik.

Baca juga : Senayan Dukung Pemerintah Tunda Kirim Pasukan Ke Gaza

"Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Bahkan, cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," ujar Prabowo.

Dia memerinci, sejumlah langkah yang dapat dilakukan adalah memberlakukan WFH atau bekerja dari rumah, melakukan efisiensi, hingga menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Dia pun meminta para menterinya mengkaji lebih lanjut.

"Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid-19, berhasil kita. Dan kita mampu," tutur Prabowo.

Dia menambahkan, umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran.

"Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," imbuh dia.

Baca juga : Kapolri Minta Jajaran Mitigasi Cuaca Buruk

Menanggapi rencana Prabowo tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Brawijaya Malang Andhyka Muttaqin menilai, keputusan Presiden untuk mempertimbangkan kebijakan WFH bagi ASN, dapat dipahami sebagai langkah antisipatif Pemerintah dalam merespons situasi global yang sedang tidak stabil.

Dia menambahkan, dalam tata kelola pemerintahan modern, kebijakan negara tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi domestik, tetapi juga oleh dinamika internasional yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi, sosial, dan politik di dalam negeri.

"Ketika terjadi konflik geopolitik yang berpotensi memicu ketidakpastian global, Pemerintah biasanya mengambil langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampaknya terhadap negara," ujar Andhyka kepada Rakyat Merdeka, Minggu (16/3/2026).

Andhyka berpendapat, salah satu pertimbangan yang kemungkinan muncul adalah efisiensi mobilitas dan penggunaan energi. Konflik di kawasan Timur Tengah sering kali berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

"Bagi negara seperti Indonesia yang masih bergantung pada impor energi, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan beban ekonomi nasional dan berpotensi menekan anggaran negara," katanya.

Adsense

Baca juga : Indonesia Berpotensi Jadi Lumbung Pangan Dunia

Dalam konteks tersebut, lanjut dia, kebijakan WFH dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi mobilitas harian pegawai, terutama di kota-kota besar yang memiliki tingkat konsumsi bahan bakar tinggi. "Dengan berkurangnya perjalanan ke kantor, penggunaan bahan bakar dapat ditekan," lanjutnya.

Anggota Komisi II DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, jika tujuan WFH bagi ASN untuk penghematan energi atau ekonomi nasional, maka hal itu tidak cukup. Menurut dia, Pemerintah harus mencari cara lain agar penghematan itu bisa langsung berdampak.

"Harus ada penghematan drastis yang dilakukan Pemerintah. Tapi pada bidang yang tidak ganggu target pertumbuhan ekonomi dan tidak ganggu pelayanan publik," ujar Mardani kepada Rakyat Merdeka, Minggu (15/3/2026).

Untuk mengetahui pandangan dari Mardani Ali Sera mengenai rencana Pemerintah memberlakukan WFH bagi ASN, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense