RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar mata pelajaran Bahasa Prancis diajarkan di seluruh sekolah di Indonesia. Ia menilai pelajaran Bahasa Prancis penting sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi perkembangan global.
Instruksi Prabowo itu mendapat beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Ada yang mendukung, namun ada pula yang menolak.
Dalam pidatonya di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5/2026), Prabowo mengatakan, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase yang sangat baik dan perlu diperluas, termasuk di bidang pendidikan, sains, dan teknologi.
"Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Jadi Bekal Hadapi Persaingan Global
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan, kebijakan penerapan Bahasa Prancis, termasuk Bahasa Portugis, di sekolah-sekolah seperti yang pernah diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto, tengah dibahas di internal Kemendikdasmen.
Ia menyebut Prabowo juga akan memanggil Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk merumuskan kebijakan tersebut agar dapat ditindaklanjuti dengan baik. "Itu kami sedang membahas di internal kementerian," kata Fajar di Banten, Senin (1/6/2026), dikutip dari Kompas.com.
Fajar mengatakan, penerapan pelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah bukan hal baru. Ia menjelaskan bahwa saat ini mata pelajaran bahasa asing tersebut telah diajarkan di banyak sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai mata pelajaran pilihan.
"Kami di kementerian sudah ada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur soal pengajaran bahasa di sekolah, yaitu Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Jadi, sudah ada koridornya," ucapnya.
Baca juga : Zulhas: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendukung rencana Presiden Prabowo menerapkan mata pelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah. Menurut dia, penambahan mata pelajaran Bahasa Prancis bermanfaat bagi siswa.
"Meningkatkan kemampuan bahasa asing peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global," ujar Hetifah saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin (1/6/2026).
Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, kebijakan pendidikan tidak bisa disusun berdasarkan momentum diplomatik semata tanpa kajian kebutuhan yang jelas. Menurut dia, instruksi Presiden ini tidak jelas dan tidak terencana.
"Terkesan terburu-buru, tanpa perencanaan matang, belum menjadi kebutuhan prioritas, dan dirasa lebih kepada basa-basi diplomatik belaka," cetus Satriwan, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga : Menhan Perkuat Teknologi Pertahanan Darat Dan Laut
Untuk mengetahui pandangan Satriwan Salim mengenai instruksi Presiden Prabowo agar Bahasa Prancis diajarkan di seluruh sekolah di Indonesia, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.