BREAKING NEWS
 

Kajian 2019 & 2022, Pemprov DKI Wacanakan Kenaikan Tarif Parkir

Francine Eustacia: Kami Menolak Karena Belum Ada Kajian

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 29 Agustus 2026 07:10 WIB
Francine Eustacia, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Tarif parkir di DKI Jakarta diwacanakan mengalami penyesuaian. Usulan tersebut menuai pro kontra dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempertimbangkan berbagai aspek.

Untuk sepeda motor, tarif yang tengah dibahas berada di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 15.000 per jam. Sementara itu, untuk mobil, tarifnya berada di rentang Rp 6.000 hingga Rp 60.000 per jam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, angka tarif parkir Rp 60 ribu per jam untuk mobil disebut masih bersifat usulan yang didasari hasil kajian pada 2019 dan 2022. Artinya, tarif tersebut belum final.

“Kami tegaskan, saat ini tidak ada kenaikan tarif parkir. Angka yang beredar masih merupakan usulan yang dikaji dan belum menjadi keputusan,” kata Budi melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca juga : Zulhas Perketat Pengawasan Tata Kelola Program MBG

Budi menjelaskan, penetapan tarif merupakan kewenangan Gubernur DKI Jakarta melalui mekanisme pembahasan bersama DPRD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat rencana perubahan tarif, prosesnya harus melalui kajian dan pembahasan dengan pemangku kepentingan, termasuk memperhatikan masukan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sebelum ditetapkan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, angka usulan kenaikan tarif parkir hingga Rp 60.000 per jam bukan berasal dari Pemprov DKI Jakarta. Ia mengaku, baru mengetahui angka tersebut setelah ramai diperbincangkan publik.

“Angka berapa? Rp 60.000, ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta. Itu saya sendiri tidak tahu angkanya dari mana,” ujar Pramono saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta masih melakukan pembahasan mengenai rencana penyesuaian tarif parkir dan belum menetapkan besaran tarif baru. Pihaknya akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga : Komisi X DPR Dorong Perbaikan Desil Yang Keliru Dan Tak Sesuai

“Hingga hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu. Bahkan angka Rp 60.000 pun saya baru tahu ketika sudah viral,” kata Pramono.

Wacana penyesuaian tarif parkir ini menuai polemik di publik. Tentu saja, ada yang mendukung dan menolaknya.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mendukung adanya kenaikan tarif parkir. "Kalau tarif parkir diwacanakan untuk naik, saya kira bagus-bagus saja,” ujarnya.

Adsense

Berbeda dengan Djoko, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (FPSI) Francine Eustacia menolak adanya penyesuaian tarif parkir. “Menolak karena belum ada kajiannya,” tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Pacu Proyek Digitalisasi Bansos Dan AI

Untuk melihat lebih jauh pandangan dan pernyataan Francine Eustacia terkait tarif parkir, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense