RM.id Rakyat Merdeka - Sampah sering menjadi masalah yang krusial. Banyak bencana ditimbulkan oleh sampah yang dibuang sembarangan. Sampah yang menyumbat saluran air menyebabkan banjir luapan selokan di lingkungan pemukiman dan bencana longsor. Di samping itu, tumpukan sampah yang tidak dikelola juga berpotensi menyebabkan sumber penyakit dan sanitasi buruk.
Universitas Trisakti (Usakti) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ginanjar, Sukabumi, Kamis (14/11/2024) untuk mendorong kesadaran masyarakat peduli dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Ginanjar merupakan satu dari enam desa binaan Universitas Trisakti yang menjadi sasaran PkM Multidisiplin.
Terdapat 2 tim yang melakukan PKM pada Desa Ginanjar. Tim pertama terdiri dari Sheilla Megagupita Putri Marendra, Ratna Mira Yojana, Florencia Livia, Dorothea Narendra Widiatmaja, Putera Nova dengan materi Pemberdayaan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) Secara Terpadu Pada Masyarakat Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Sukabumi.
Tim kedua terdiri dari Tim dosen Cahaya Rosyidan, Wahyu Sejati, Astari Minarti dan dibantu mahasiswa yaitu Aqila Nadia Ammara dan Maharani Alichya. Materi yang diberikan kepada warga adalah Penyuluhan Mitigasi Bencana dan Pencegahan Bencana Longsor di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Sukabumi.
Baca juga : PkM Multidisiplin Universitas Trisakti Dorong Kemandirian Warga Ambarjaya, Sukabumi
Selain memiliki dampak negatif, sampah juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Kepala Desa Ginanjar Irwan mengatakan, sampah memiliki potensi ekonomi yang besar. “Terutama sampah anorganik yang dapat dijadikan sumber pemasukan bagi warga,” ucapnya.
Dia mengucapkan terima kasih untuk sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan Usakti. Dia akan berusaha mengoptimalkannya supaya nilai ekonomis sampah semakin besar dan terasa oleh masyarakat.
Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat supaya melakukan pemilahan antara sampah anorganik kering/bersih dengan sampah anorganik basah supaya memudahkan dalam menjual sampah tersebut. “Upaya pemilahan ini penting karena akan memudahkan upaya penjualan yang menghasilkan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan berkomunikasi kepada Sekretaris Desa Pak Misbah, Tim PkM memberikan fasilitas 2 buah tempat sampah anorganik kering/bersih dan sampah anorganik basah, sehingga memudahkan warga dalam pemilahan dan menjual sampah bersih tersebut
Baca juga : Figur Tepat Pimpin Kepri, Masyarakat Kian Kuat Dukung Ansar Ahmad
Sampah yang tidak dikelola dapat menyebabkan masalah yang lebih besar ketika terjadi hujan deras dan dapat menyebabkan bencana. Diantara bencana yang kerap terjadi di Desa Ginanjar adalah tanah longsor. Karena itu, diperlukan edukasi terhadap bahaya tanah longsor dan bagaimana pencegahannya. Pada tahap mitigasi, dilakukan berbagai langkah untuk mencegah atau mengurangi dampak yang ditimbulkan bencana. Tahap ini menitikberatkan pada upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana.
Permasalahan prioritas yang dihadapi warga Desa Ginanjar adalah kondisi alam. Hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan sehingga tidak mampu menampung air hujan, lambat laun akan menyebabkan longsor. Selain itu, kontur desa yang berbukit dan tanah berpori menjadi faktor mudahnya terjadi longsor. Longsor terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air.
Tim PkM Universitas Trisakti memberikan beberapa solusi kepaa masyarakat untuk mengatasi hal ini. Solusi pertama, dengan memberikan penyuluhan kepada mitra tentang kesadaran masyarakat yang hidup atau tinggal di daerah rawan bencana longsor. Dengan memberikan informasi ini, masyarakat sadar dan tidak terkejut dengan risiko yang akan dihadapi jika bertahan tinggal di daerah dekat lereng tebing atau tepi jurang. Solusi kedua, memberikan sumbangan pemikiran atau tenaga pembuatan dinding penahan longsor.
Berdasarkan lokasi dan permasalahan Desa Ginanjar yang berbukit-bukit sehingga rawan longsor, diperlukan upaya pencegahan. Upaya pencegahan untuk tetap menjaga kestabilan lereng agar tidak terjadi longsor diperlukan konstruksi dinding penahan tanah. Pada kegiatan PkM ini, tim menawarkan ide tentang bio-engineering.
Baca juga : Dukung IFSE 2024, BNI Edukasi Masyarakat Tentang Integrasi Layanan Keuangan
Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dan interaksi tanya jawab dengan pemateri selama PkM. Kegiatan PkM ini telah terlaksana dengan baik dan diharapkan akan dilanjutkan pada program pelatihan dan pendampingan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.