BREAKING NEWS
 

UNJ Siap Hadirkan Pendidikan Inovatif Dan Transformatif

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 18 Maret 2025 15:56 WIB
Foto: Dok. Univeritas Negeri Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat global. 

Salah satu langkah strategis dalam mewujudkan hal ini adalah dengan memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), yang semakin memperkuat komitmen dalam mencetak lulusan berkualitas. 

Salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sejak 14 Agustus 2024, UNJ melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2024 Tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Jakarta resmi menjadi PTNBH.

Perubahan status PTNBH ini menunjukan kesiapan UNJ menjadi katalisator perubahan, memperkuat kolaborasi, dan membawa kemajuan di berbagai bidang riset dan inovasi, sehingga UNJ dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional dengan lebih adaptif, inovatif, dan mandiri. 

Pada kesempatan ini, Rektor UNJ Prof. Komarudin menjelaskan bahwa ada empat hal yang menurutnya harus menjadi perhatian pasca UNJ menjadi PTNBH. 

Pertama, Menghadirkan kepemimpinan transformasional, adaptif, dan kolaborasional hingga level Unit. 

Kedua, Transformasi SDM UNJ menjadi Human Capital dan Intellectual Capital. Ketiga, Penataan Kelembagaan SDM secara lincah, tanggap, dan keberlanjutan dari hulu ke hilir. 

Baca juga : Memperkokoh SDM Dan Pendidikan Karakter

Keempat, Komitmen untuk menghubungkan Inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan benefit bagi universitas, masyarakat, bangsa dan negara yang sejalan dengan innovation for society.

Komarudin juga menambahkan bahwa ada beberapa strategi untuk mencapai SDM UNJ khususnya dengan kapasitas, kinerja, dan rekognisi yang unggul dan berkualitas. 

Pertama, Menciptakan Budaya dan Akuntabilitas Kerja Yang Unggul, melalui: (a). Penguatan mentorship keahlian; (b). Penguatan forum diskusi kepakaran; (c). Penguatan kapasitas dosen dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat; (d). Sertifikasi kompetensi dosen dan tenaga kependidikan; dan (e). Asesmen SDM. 

Kedua, Sustainability SDM, melalui: (a). Rekrutmen SDM unggul dan berkualitas (dosen maupun tenaga kependidikan); (b). Pengembangan karir dosen dan tenaga kependidikan; (c). Staff mobility; dan (d). restrukturisasi penempatan dan beban kerja dosen dan tenaga kependidikan.

Ketiga, Penguatan Kelembagaan dan Profesionalitas SDM Berbasis IT, melalui penguatan perencanaan, pengukuran, pelaporan, monitoring, dan evaluasi kinerja secara berkualitas dan berkala sesuai dengan tugas dan fungsinya. 

Keempat, Penguatan Pusat Talenta-Prestasi Mahasiswa dan Alumni, melalui optimalisasi keberadaan wadah talenta, pusat bimbingan karir, P3KP, dan IKA Alumni UNJ. 

Adsense

Menurut Komarudin, dalam mencapai hal tersebut, paling tidak memerlukan beberapa upaya. Pertama, prinsip konsistensi, yakni kesesuaian dari awal hingga akhir, kesesuaian antara perencanaan hingga target (goal). 

Baca juga : 14 Tahun RJF Hadirkan Harmoni Musik dan Inspirasi Kebaikan

Kedua, prinsip sinkronisasi, yaitu sinergitas keseluruhan dari niat, proses yang dilalui hingga cara yang digunakan. 

Ketiga, prinsip kolaborasi, yaitu bersama-sama, gotong royong dalam mewujudkan harapan dan cita-cita. 

"Keempat, prinsip keberlanjutan (sustainability) yakni ketersambungan satu dengan yang lainnya, hari ini dan hari esok, maka janganlah kita memutus salah satu fitrah kehidupan ini," ujarnya.

Hal lain juga dengan perubahan UNJ menjadi PTNBH membawa semangat pendidikan yang edukatif dan transformatif.

Hal ini sesuai dengan motto UNJ, yaitu “Intelligentia – Dignitas”, yang artinya mencerdaskan dan memartabatkan.

Melalui semangat pendidikan yang edukatif dan transformatif ini, diharapkan lulusan UNJ tidak hanya kompeten, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial yang terbentuk pada diri lulusan UNJ. 

"Diharapkan lulusan UNJ dapat memiliki kompetensi akademik dan profesional, berpikir kritis dan kreatif, adaptif dan fleksibel, memiliki soft skills yang kuat, berorientasi pada inovasi, dan beretika serta berkarakter baik," pungkas Komarudin.

Baca juga : Bank Mandiri Dukung Percepatan Transformasi Digital

Humas UNJ-Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ) berhasil menempati posisi pertama sebagai prodi terketat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. 

Dengan jumlah pendaftar mencapai 1.429 orang dan hanya 16 yang diterima, tingkat keketatan prodi ini mencapai 1,12 persen. 

Hal ini menunjukkan tingginya minat dan persaingan di kalangan calon mahasiswa untuk masuk ke prodi ini. 

Sementara itu, Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ Saifudin mengatakan, di kategori Prodi vokasi, Prodi Seni Kuliner dan Pengolahan Jasa Makanan Fakultas Teknik UNJ menempati urutan ketujuh dari sepuluh prodi terketat di SNBP 2025. 

"Prodi ini menerima 571 pendaftar dan hanya 12 orang yang diterima, dengan tingkat keketatan sebesar 2,10 persen," ujar Syaifudin.

Menurtnya, kedua prodi ini mencerminkan tren minat yang tinggi di kalangan calon mahasiswa terhadap bidang komunikasi dan kuliner, yang semakin berkembang dan memiliki prospek karir yang menjanjikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense