RM.id Rakyat Merdeka - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar sosialisasi anti informasi hoaks di SMP Satria Bangsa, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini diikuti 65 peserta dari Pramuka Khusus. Sosialisasi menjadi bagian dari rangkaian KKN ke-8 yang berlangsung sejak 17 Juli hingga 16 Agustus 2025.
Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Mandiri Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal Desa”, kegiatan ini fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya hoaks, khususnya bagi kesehatan mental anak dan remaja.
Salah satu pembicara, Kanjeng Mami Wina Ayu, mahasiswa Psikologi UBP Karawang yang juga merupakan konselor profesional, menjelaskan bahwa arus informasi yang tidak disaring dapat mengganggu kestabilan emosi generasi muda.
Ia mengutip rilis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan satu dari tujuh anak/remaja usia 10-19 tahun mengalami kondisi gangguan kesehatan mental.
“Informasi hoaks dan tekanan dari media sosial bisa membuat remaja stres bahkan depresi,” ujarnya, pada Rabu (13/8/2025).
Baca juga : Kementan Gandeng TNI AD Garap Pipanisasi Air Bersih Di Sukabumi
Wina Ayu mencontohkan, standar gaya hidup yang dibentuk media sosial sering memaksa remaja menyesuaikan diri. Jika tidak mampu memenuhi standar tersebut, mereka menjadi minder. Minder yang berlarut dapat memicu stres dan depresi.
Selain itu, hujatan kebencian dan berita palsu atau hoaks yang marak beredar dapat membuat remaja terjebak dalam polarisasi.
Mereka merasa harus berpihak, padahal belum sepenuhnya memahami kebenaran informasi yang diterima.
Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN UBP Karawang, Aang Solahudin Anwar, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini hanya salah satu dari beragam program mahasiswa di Desa Sukajadi.
“Mahasiswa KKN UBP Karawang juga memberikan motivasi, konseling, dan edukasi kesehatan bagi siswa dan guru, mulai dari TK hingga SMK,” katanya.
Aang didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBP Karawang yang turut meninjau pelaksanaan kegiatan.
Baca juga : Tingkatkan Kesehatan Mental, 1.000 Ahli Farmasi Bali Gelar Seminar Hipnoterapi
Selain edukasi di sekolah, mahasiswa KKN juga membuka layanan konseling dan konsultasi kesehatan untuk masyarakat umum, di Posko tepatnya di Kampung Kokoncong Desa Sukajadi.
Mereka juga mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam proses digitalisasi, termasuk membantu menjelaskan pengurusan perijinan dan promosi produk secara daring.
Di bidang lingkungan, tim KKN mengadakan workshop pembuatan pupuk kompos dan eco enzyme. Pelatihan ini mendukung konsep agrowisata yang tengah dikembangkan warga setempat.
“Respons masyarakat sangat positif. Warga antusias mencoba mengolah sampah organik menjadi pupuk dan cairan pembersih alami,” tambah Aang.
Pendampingan promosi kreatif untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga menjadi kegiatan unggulan.
Mahasiswa membantu membuat materi publikasi dan strategi pemasaran destinasi wisata desa.
Baca juga : Kutai Kartanegara Gencarkan Sosialisasi Vaksinasi Dengue
Desa Sukajadi memiliki panorama alam yang indah. Perbukitan hijau, area persawahan, dan udara sejuk menjadi modal pengembangan wisata berbasis pertanian.
Program KKN mendorong desa memadukan pariwisata dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal. Konsep ini diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus memberdayakan ekonomi warga.
Melalui sosialisasi anti hoaks, Tim KKN UBP Karawang ingin membekali generasi muda dengan kemampuan literasi digital yang sehat.
“Kami berharap anak dan remaja lebih kritis memilah informasi. Mental yang sehat berawal dari pikiran yang bersih dari hoaks,” tutup Wina Ayu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.