Dark/Light Mode

Kedutaan Australia Gelar Festival Film Di 10 Kota, Rayakan Satu Dekade FSAI

Minggu, 11 Mei 2025 19:43 WIB
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kiri) bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam jumpa pers FSAI 2025 di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (9/5/2025). (Foto Kedubes Australia Jakarta)
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kiri) bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam jumpa pers FSAI 2025 di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (9/5/2025). (Foto Kedubes Australia Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2025 kembali hadir, merayakan satu dekade diplomasi budaya melalui film. Kedutaan Besar Australia di Indonesia menggelar festival ini sebagai bukti eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam industri kreatif dan perfilman.

FSAI yang dimulai pada 2016, sudah menjadi jembatan diplomasi antara Jakarta-Canberra lewat karya sineas terbaik dua negara. Tahun ini, festival akan berlangsung mulai 15 Mei hingga 14 Juni 2025.

FSAI 2025 akan menghadirkan film-film unggulan Australia dan Indonesia di 10 kota besar Tanah Air: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Padang, Surabaya, Semarang, Denpasar, Mataram, Manado, dan Makassar.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menegaskan bahwa FSAI telah menjadi platform utama dalam memperkuat kolaborasi antara kedua negara. 

Baca juga : KPK Fasilitasi Tahanan Kristiani untuk Rayakan Paskah di Rutan

“Festival Sinema Australia Indonesia 2025 menampilkan keahlian dan kreativitas industri film Australia dan Indonesia kepada penonton di seluruh Indonesia,” ujar Brazier dalam konferensi pers di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Diplomasi Lewat Film & Peningkatan Industri Kreatif Festival ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia, sebagaimana diungkapkan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Menurut Riefky, jumlah penonton film Indonesia mencapai 82 juta pada 2024, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Tren positif berlanjut di awal 2025, dengan jumlah penonton yang telah mencapai 41 persen dari total penonton tahun lalu.

“Ini mencerminkan selera pasar yang semakin berkembang terhadap berbagai genre dan pendekatan naratif. FSAI dapat menjadi ruang kolaborasi bagi sineas Indonesia dan Australia,” ujar Riefky.

Film Unggulan dan Masterclass Gratis

Baca juga : Menhub Pastikan Arus Balik Terkendali, Persiapan Dilakukan Secara Intensif

Di tahun ke-10 penyelenggaraan ini, FSAI akan menghadirkan pemutaran perdana The Dry (2020) di Indonesia, sebuah thriller misteri yang menggali tragedi di kota pedalaman Australia.

Selain itu, hadir pula Heartbreak Motel, film yang mengangkat tema cinta, kehilangan, dan penebusan, diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, penulis Indonesia sekaligus alumnus Australia.

Tak hanya pemutaran film, FSAI 2025 juga menawarkan masterclass interaktif bersama pakar perfilman Australia, membahas penulisan naskah, penyutradaraan, dan teknik sinematik imersif.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Namun, jumlah kursi terbatas. Yang tertarik menonton bisa mengakses website FSAI.ID.

 

Baca juga : Tim Kanguru Waspadai Kekuatan Skuad Garuda

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.