BREAKING NEWS
 

FISIP Universitas Nasional Gelar Konferensi Internasional ICOSOP ke-5

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 16 Agustus 2025 09:39 WIB
Sesi foto bersama kegiatan ICOSOP ke-5 yang diselenggarakan FISIP UNAS (Foto: Dok. UNAS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan The 5th International Conference on Social Politics (ICOSOP) dengan tema “Social Sciences in the New Global Order: South–South Perspective”. Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas tantangan sekaligus peluang kerja sama di tataran global.

Acara dibuka Dekan FISIP UNAS, Assoc. Prof. Aos Yuli Firdaus. Dia menegaskan pentingnya memahami perspektif politik Global South. “Saya percaya dialog ini akan membuka jalan bagi lahirnya ide dan gagasan baru dalam politik global,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (16/8/2025).

Ketua Panitia ICOSOP ke-5, Qonita Basalamah, menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian tema-tema besar yang telah diangkat sebelumnya. Seperti “Mobility, Cross-Cultural Encounter and Social Connection”, “Post-Colonial Perspective and Cross-Cultural Encounter in Asia”, hingga “The Age of Anthropocene: Empowering the Future Asia through Interdisciplinary Approach”. Tahun ini, ICOSOP memperkuat posisinya sebagai wadah diskusi dan eksplorasi perspektif Global South dalam ranah produksi pengetahuan.

Baca juga : Lebarkan Sayap, Pelita Air Layani Rute Internasional Per 18 Agustus 2025

Partisipasi ICOSOP tahun ini mencakup peserta dari 13 negara, termasuk Malaysia, Turki, dan India. Acara ini juga menjadi bagian dari program Post Summer Course yang diikuti 23 calon pemimpin masa depan dari kawasan selatan dunia.

Adsense

“Mereka tidak hanya hadir untuk berpartisipasi, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi internasional,” terang Qonita.

Sebagai pembicara pembuka, Andi Achdian, memaparkan materi tentang produksi pengetahuan geografi. Dia mengungkapkan bahwa peta produksi pengetahuan global tahun 2011 menunjukkan ketimpangan yang jelas, dengan konsentrasi artikel ilmiah internasional per kapita terkonsentrasi di Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, dan sebagian Asia Timur, sementara sebagian besar Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Amerika Latin berada pada tingkat yang jauh lebih rendah.

Baca juga : President University Buka Program Doktor Manajemen dengan 5 Konsentrasi

“Ketimpangan ini bukan karena jumlah penduduk atau faktor budaya. Tetapi akibat dari sistem akademik global yang memusatkan pengakuan, sumber daya, dan legitimasi di wilayah tertentu, sementara sebagian besar dunia hanya menjadi konsumen, bukan produsen pengetahuan yang diakui,” jelasnya.

Rangkaian konferensi diisi dengan diskusi panel oleh Rohaiza Rokis dari International Islamic University Malaysia, serta Asran Jalal Universitas Nasional. Beberapa pembicara internasional yang berhalangan hadir secara langsung tetap berpartisipasi melalui presentasi daring, antara lain l Robi Nurhadi dari Universitas Nasional dan Assoc. Prof. Hetice Celik dari Ankara University, Turki.

Konferensi ini menjadi wujud komitmen FISIP Universitas Nasional untuk terus memperkuat peran ilmu sosial-politik dalam membangun kolaborasi global yang setara, khususnya di antara negara-negara Global South.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense