BREAKING NEWS
 

Pemberdayaan Guru dan Siswa SMAN 1 Taman Sidoarjo

PKM UNESA Hadirkan Inovasi Alat Peraga STEM Kreatif

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 8 September 2025 10:34 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang diketuai oleh Prof. Nadi Suprapto melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru dan Siswa SMAN 1 Taman Sidoarjo dalam Pemanfaatan Alat Peraga STEM Berbasis Proyek Kreatif”.

Acara berlangsung di Gedung Pertemuan Ki Hajar Dewantara SMAN 1 Taman Sidoarjo dengan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, serta peserta didik.

Program ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang mendalam, mencakup aspek pedagogis, lingkungan, energi terbarukan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Tujuannya tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menginspirasi pembuatan inovasi energi terbarukan melalui alat peraga berbasis STEM.

Baca juga : Persiapkan Generasi Emas, Vidoran Hadirkan Dunia S.M.A.R.T Sejak Dini

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan.

Inovasi Alat Peraga yang Dihadirkan

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM UNESA mendemonstrasikan empat alat peraga inovatif berbasis STEM, antara lain: Utama Alan Deta menampilkan media pembelajaran Virtual Reality yang terintegrasi dengan kearifan lokal kincir air khas Gresik.

Muhammad Nurul Fahmi bersama mahasiswa Chaidar Aria Bayu Pratama menghadirkan mesin Stirling yang memanfaatkan perubahan energi panas dan dingin.

Adsense

Dodik Arwin Dermawan bersama Dimas Novian Aditia Syahputra mendemonstrasikan Virtual Reality Lato-Lato serta Quran Virtual Reality yang dirancang untuk mendukung pembelajaran inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca juga : Pengamat Apresiasi Inovasi Politik Pemilu Raya PSI

Hasan Nuurul Hidaayatullaah bersama Adrian Bagas Damarsha memperkenalkan Vertical Axis Wind Turbine dan Mobility Electric sebagai solusi energi ramah lingkungan.

Respons Guru dan Siswa Selain

menyimak penjelasan, para guru juga mendapatkan pengetahuan praktis tentang implementasi STEM dalam pembelajaran sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Sementara itu, siswa diberi kesempatan mencoba langsung berbagai alat peraga yang dipamerkan.

Respons dari guru dan siswa sangat positif. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang muncul selama sesi diskusi dan praktik.

Baca juga : Indonesia Harus Tekan PBB Stop Perang Israel Vs Iran

Hal ini menunjukkan semangat kolaboratif antara pendidik dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran STEM secara kreatif.

Harapan UNESA Prof. Nadi Suprapto berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan.

“Melalui pemberdayaan guru dan siswa, kami ingin menumbuhkan motivasi dalam menerapkan STEM agar mampu melahirkan generasi kreatif, kritis, dan peduli pada isu energi serta lingkungan. Inilah bentuk nyata kontribusi UNESA dalam mendukung SDGs melalui pendidikan,” ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense