Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Keterlibatan Kader Tumbuhkan Rasa Memiliki Partai
Pengamat Apresiasi Inovasi Politik Pemilu Raya PSI
Selasa, 15 Juli 2025 23:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar pemilu raya dalam menentukan ketua umum baru. Sistem pemilihan tersebut dianggap menjadi inovasi politik yang patut diapresiasi.
Hal itu disampaikan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa.
"Saya melihat bahwa sistem pemilu raya yang diterapkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memilih ketua umum merupakan sebuah inovasi politik yang patut diapresiasi," kata Herry, kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).
Dia menilai, sistem pemilihan yang dilakukan PSI mencerminkan semangat demokrasi yang semakin terbuka. Sebab, pemilihan ketua umum yang diterapkan PSI tak banyak dilakukan oleh partai politik lain di Indonesia.
Baca juga : Nusakambangan Jadi Sentra Pangan, Pengamat Apresiasi Menteri Imipas
"Pendekatan ini mencerminkan semangat demokrasi internal yang semakin terbuka dan partisipatif, yang masih jarang diterapkan secara konsisten oleh partai-partai politik di Indonesia," jelas dia.
Selain itu, sistem pemilu raya PSI juga memberikan ruang kepada seluruh kader PSI untuk menilai secara langsung visi dan misi yang digaungkan oleh calon ketua umun.
"Proses pemilu raya memungkinkan publik, khususnya kader PSI di seluruh daerah, untuk menilai secara langsung rekam jejak, visi, dan kapasitas para calon ketua umum. Ini menciptakan ruang debat terbuka dan menjauhkan partai dari praktik oligarkis yang biasanya didominasi segelintir elite," ujarnya.
Herry juga menyebut, sistem pemilu raya PSI akan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap partai. Serta, memperkuat legitimasi kepemimpinan yang akan memperkuat konsolidasi gerakan partai di masa mendatang.
Baca juga : Relawan Gibranku Jakarta: Isu Pemakzulan Wapres Tak Didukung Rakyat
"Keterlibatan kader dalam proses pemilihan bukan hanya menumbuhkan rasa memiliki terhadap partai, tetapi juga memperkuat legitimasi kepemimpinan terpilih," ucapnya.
"Ini penting untuk konsolidasi internal dan kesinambungan gerakan politik partai ke depan," tutur Herry.
Lebih lanjut, dia menilai, jika sistem pemilihan ketua umum partai politik dilakukan secara terbuka seperti pemilu raya PSI, tidak menutup kemungkinan akan menjadi jalan dalam menata ulang regenerasi kepemimpinan partai secara lebih demokratis dan meritokratis.
Menurutnya, jika dijalankan secara konsisten dan jujur, mekanisme ini bisa menjadi contoh bagi partai lain untuk menata ulang mekanisme regenerasi kepemimpinan partai secara lebih demokratis dan meritokratis.
Baca juga : Kementerian UMKM Dan Shopee Apresiasi 12 Karya Jurnalistik Terbaik UMKM Paten
“Ini bisa menjadi antitesis dari model konvensional yang sering kali tertutup, transaksional, bahkan feodal," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya