Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Puncak Perayaan Dies Natalis ke-75, FKUI Hadirkan Pentas Wayang Orang
Rabu, 26 Februari 2025 14:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-75 FKUI di Aula FKUI Salemba, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Hadir dalam peringatan Dies Natalis, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, dan Dekan FKUI Ari Fahrial Syam.
Ada beragam kegiatan dalam Dies Natalis kali ini. Diantaranya sarasehan ilmiah, lomba tumpeng akbar, dan paling istimewa, pementasan wayang orang bertajuk 'Bhisma: No Tahta, No Harta, No Wanita, No Kriye'.
Pementasan wayang orang ini menjadi yang pertama dalam sejarah Dies Natalis FKUI, menghadirkan para guru besar FKUI sebagai pemeran utama, didukung oleh mahasiswa FKUI serta diiringi oleh tim gamelan, angklung, dan paduan suara FKUI yang juga terdiri dari guru besar dan para dokter tenaga pengajar FKUI.
Pertunjukan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya Nusantara tapi juga menunjukkan kolaborasi lintas generasi antara dosen dan mahasiswa dalam mempersembahkan seni yang sarat makna.
Ketua Panitia Dies Natalis FKUI Riyadh Firdaus menyampaikan harapannya agar momentum ini dapat semakin mempererat kolaborasi antara akademisi, tenaga medis, dan alumni FKUI dalam memajukan pendidikan serta layanan kesehatan di Indonesia.
Baca juga : Kualitas Pendidikan Tak Klop Dengan Dunia Kerja
Menurut Riyadh, Dies Natalis ke-75 FKUI bukan sekadar perayaan tapi juga refleksi perjalanan panjang FKUI dalam mencetak saintis dan profesional medis berkualitas dan mampu berkontribusi bagi bangsa.
"Lebih dari itu, keterlibatan berbagai elemen dalam pagelaran wayang orang, dari mahasiswa hingga guru besar, menunjukkan bahwa FKUI adalah rumah besar yang bersatu dalam satu visi kemajuan ilmu kedokteran untuk kepentingan masyarakat," kata Riyadh.
Ia menilai, lebih istimewa, gamelan yang akan mengiringi pementasan wayang orang ini terakhir kali dipentaskan 40 tahun yang lalu, menjadikannya sebuah momen bersejarah dalam perayaan Dies Natalis FKUI.
Riyadh melihat, dengan perpaduan seni pertunjukan wayang orang yang megah dan alunan gamelan klasik, acara ini menjadi perayaan budaya yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta semangat FKUI dalam menjaga warisan intelektual dan kebudayaan bangsa.
Adapun, wayang orang ini disutradarai Arie Dagienkz. Sosok Arie Dagienkz dikenal karena karyanya yang inovatif dalam mengemas seni tradisional dengan sentuhan modern, seperti terlihat dalam pementasan Matajiwa X Matajiwo dan Wayang Orang Rock Ekalaya yang sukses menarik minat generasi muda terhadap budaya wayang.
"Keterlibatan Arie Dagienkz menghadirkan nuansa segar dan relevan dalam pementasan ini, sekaligus menjaga esensi dan nilai-nilai luhur dari seni wayang orang," ujarnya.
Baca juga : Semarak Pesta Kuliner Sedaap 2025 Hadirkan Menu Favorit Jelang Ramadan
Wamenkes Dante menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan kedokteran dan kebijakan kesehatan. Terutama dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia mengapresiasi FKUI atas perannya dalam mencetak tenaga medis berkualitas.
"Ini menegaskan bahwa kesiapan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan," katanya.
Sementara, Dekan FKUI Ari Fahrial Syam menegaskan, peran FKUI dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang kesehatan.
FKUI, kata dia, berkomitmen untuk terus menjadi institusi pendidikan kedokteran yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Inovasi sains dan teknologi kesehatan adalah kunci dalam mewujudkan kemandirian bangsa dalam sektor kesehatan," ungkapnya.
Baca juga : Apical Gelar Pelatihan Pemasaran Digital untuk UMKM di Jakarta Utara
FKUI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak yang berperan dalam kesuksesan acara ini, termasuk ILUNI UI, ILUNI FKUI, PT Fyrom Internasional, serta panitia Dies Natalis ke-75 FKUI yang terdiri dari alumni FKUI angkatan 2000/2001 (KOMET).
Kontribusi mereka memainkan peran krusial dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri kesehatan, mendukung inovasi serta kemajuan di bidang kedokteran.
Dengan rangkaian kegiatan ini, FKUI menegaskan komitmennya dalam melahirkan inovasi di bidang kedokteran serta menjaga warisan akademik yang telah dibangun selama lebih dari 7 dekade.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya