BREAKING NEWS
 

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Dan Masa Depan Pendidikan Kita

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Rabu, 24 September 2025 16:13 WIB
Dosen PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Mahasiswa Doktoral Shaanxi Normal University, Tiongkok, Nofica Andriyati. Foto: Dok Nofica Andriyati

 Sebelumnya 
Sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, pada pembukaan Webinar Tes Kemampuan Akademik, Jumat 11 Juli 2025 lalu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir sebagai “jalan tengah.”

TKA dirancang sebagai instrumen asesmen berskala nasional yang sifatnya melengkapi, bukan menggantikan, penilaian sekolah. Dengan demikian, kelulusan tetap menjadi hak guru dan sekolah, tetapi pemerintah tetap memiliki instrumen nasional untuk memastikan adanya ukuran yang adil, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuannya jelas: menyediakan laporan capaian akademik siswa yang terstandar dan bisa dipakai dalam berbagai konteks seleksi, baik untuk jenjang pendidikan lebih tinggi maupun jalur prestasi.

Apa dan Bagaimana Tes Kemampuan Akademik Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir sebagai instrumen untuk menyediakan laporan capaian akademik siswa secara terstandar, sekaligus melengkapi penilaian yang sudah dilakukan oleh sekolah.

Setiap sekolah memiliki keunggulan dan karakteristiknya masing-masing dalam menilai murid. TKA memberikan data yang konsisten di tingkat nasional sehingga mempermudah pemetaan mutu pendidikan secara luas, mendukung proses seleksi akademik, serta memastikan akses yang setara bagi seluruh siswa dari berbagai jalur pendidikan, baik formal, nonformal, maupun informal.

Baca juga : Gelar Industrial Festival 2025, Kemenperin Ajak Gen Z Bangun Masa Depan Industri

TKA memiliki sejumlah keunggulan strategis. Pertama, ia memastikan kesetaraan informasi capaian akademik bagi semua siswa, termasuk mereka yang berasal dari pendidikan nonformal maupun informal.

Dengan demikian, anak-anak dari jalur alternatif tetap memperoleh pengakuan akademik yang setara dengan siswa jalur formal. Kedua, TKA mendorong peningkatan kapasitas guru, karena kualitas asesmen yang diterapkan dapat menjadi cermin proses pembelajaran di kelas, sekaligus memacu guru untuk meninjau kembali strategi pengajaran yang mereka gunakan.

Ketiga, TKA memberikan umpan balik personal bagi siswa, membantu mereka mengenali kekuatan dan kelemahan akademik masing-masing, sehingga upaya perbaikan belajar dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Para pakar pendidikan internasional menekankan bahwa asesmen yang terstandar memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

Prof. John Hattie, profesor pendidikan dari University of Melbourne, menegaskan melalui penelitian luasnya bahwa instrumen evaluasi yang konsisten dan transparan memungkinkan identifikasi kesenjangan pendidikan secara akurat.

Baca juga : Tito Karnavian Merapat ke Istana, Dapat Undangan Pelantikan Menko Polkam

Dengan data yang dapat dibandingkan secara sistematis, pemerintah dan sekolah dapat menentukan intervensi yang tepat sasaran, menyesuaikan strategi belajar mengajar, dan menutup celah kualitas antarwilayah atau antarjenjang pendidikan.

Hattie menekankan bahwa keberhasilan asesmen bukan hanya soal mengukur hasil, tetapi memahami faktor-faktor yang benar-benar memengaruhi prestasi belajar siswa, sehingga kebijakan dan praktik pendidikan bisa lebih berbasis bukti.

Sementara itu, Linda Darling-Hammond, profesor dari Stanford University, menyoroti bahwa asesmen yang dirancang dengan baik tidak semata-mata mengukur pencapaian akademik, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen refleksi dan perbaikan kualitas pembelajaran.

Adsense

Ia menekankan pentingnya asesmen yang memberi umpan balik konstruktif, membantu guru menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa, serta mendukung pertumbuhan kompetensi secara menyeluruh.

Menurut Darling-Hammond, asesmen yang efektif mendorong pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada hasil jangka panjang, bukan hanya nilai atau angka. Dari perspektif kedua ahli ini, jelas bahwa TKA bukan sekadar alat ukur angka.

Baca juga : Tes Kemampuan Akademik (TKA): Katalisator era Disruptif

Dengan desain yang terstandar, TKA bisa berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. TKA memberikan data yang valid untuk memetakan capaian akademik secara objektif, menyoroti area yang membutuhkan perhatian khusus, dan mendorong guru serta sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan demikian, TKA sejalan dengan prinsip asesmen modern: mengukur untuk memperbaiki, bukan sekadar menilai, serta menyediakan informasi yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang intervensi yang efektif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense