BREAKING NEWS
 

Indofood Biayai Riset Pangan Untuk 96 Mahasiswa S1 Lewat Program IRN 2025

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 17 Oktober 2025 08:20 WIB
Head of Corporate Communications Indofood Sukses Makmur Indrayana (kanan) bersama Ketua Tim Pakar IRN Purwiyatno Hariyadi ( kiri) bersama empat mahasiswa peraih penelitian terbaik 2024/2025 di Jakarta, Kamis (16/10/2025). (Foto: Merry Apriyani/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 96 proposal penelitian mahasiswa memperoleh bantuan dana dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun 2025-2026 yang bertema Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal.

Para penerima IRN adalah mahasiswa yang melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian studi S1-nya dan berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Tahun ini kami menerima 735 proposal dan meloloskan 96 proposal penelitian. Angka ini naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan antusiasme mahasiswa meningkat untuk melakukan penelitian, khususnya di bidang pangan fungsional dari berbagai aspek keilmuan," ujar Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk Indrayana di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Bantuan dana diserahkan secara simbolis, yang ditandai penandatanganan MoU di Jakarta.

Baca juga : Dubes Polandia Tanya Dimitrova Paparkan Peluang Pertukaran Mahasiswa & Dosen

Hingga batas akhir penerimaan proposal IRN 2025-2026 pada 31 Agustus 2025 lalu, Indofood menerima sebanyak 735 proposal penelitian dari 135 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di berbagai wilayah di Indonesia.

Seluruh proposal yang masuk melalui seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan seleksi substansi, melibatkan 9 tim pakar lintas keilmuan, mulai dari pakar di Bidang Teknologi Pangan, Sosial Ekonomi Pertanian, Budidaya Pertanian, Peternakan, Gizi dan Kesehatan, Perikanan dan Kelautan, hingga Genetika dan Bioteknologi Molekuler, serta dari praktisi di sektor Industri.

"Kami berharap hadirnya program IRN dapat semakin memberdayakan para peneliti muda untuk berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan pangan lokal, yang pada akhirnya akan turut memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Indrayana.

Adsense

Sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2006, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal dan mendanai sekitar 1.200 penelitian mahasiswa.

Baca juga : Kementan Dan PalmCo Kembangkan SDM Perkebunan Lewat Program PATEN

Menjelang pelaksanaannya selama dua dasawarsa, IRN konsisten mengusung misi untuk mendorong minat riset mahasiswa dalam bidang pangan, inovasi pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Hal ini selaras dengan salah satu fokus dari upaya peningkatan ketahanan pangan, yakni dengan menggali potensi pemanfaatan komoditas lokal untuk dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Secara umum, pengertian pangan fungsional adalah sumber pangan yang tidak hanya berperan sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga mempunyai khasiat tertentu yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

"Tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi sekarang, mengingat masih begitu banyaknya sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, jika berbicara tentang pangan lokal, maka pemanfaatannya juga memiliki dampak untuk pengembangan ekonomi masyarakat," ujar Ketua Tim Pakar IRN Purwiyatno Hariyadi.

Baca juga : PEP Adera Bangkitkan Semangat Petani Pengabuan Lewat Program PERMATA

Selain bantuan dana penelitian, penerima IRN akan didampingi oleh Tim Pakar IRN untuk mendapat bimbingan dalam menghadapi tantangan maupun kendala selama proses penelitian melalui dua tahapan audit.

Disamping itu, program IRN juga memberikan pelatihan-pelatihan soft skill yang diperlukan khususnya dalam membangun karakter peneliti muda yang tangguh.

Pada kesempatan yang sama, IRN juga memberikan anugerah bagi empat mahasiswa sebagai Peneliti Terbaik dan Terpilih Program IRN periode 2024/2025.

Penilaian diberikan berdasarkan lima kriteria penelitian yaitu proses, mutu, teknik presentasi, penguasaan materi dan sikap peneliti. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense