Dark/Light Mode

PEP Adera Bangkitkan Semangat Petani Pengabuan Lewat Program PERMATA

Rabu, 8 Oktober 2025 22:48 WIB
(Foto: Fazry/RM.id)
(Foto: Fazry/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina EP (PEP) Adera Field mengembangkan Program Pertanian Mandiri untuk Desa Tangguh (PERMATA) di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas petani dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Desa Pengabuan menghadapi tantangan sosial ekonomi yang cukup berat. Dari total 1.366 kepala keluarga, sebanyak 35,21 persen hidup dalam kemiskinan.

Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani dengan penghasilan hanya sekitar Rp 45.000 hingga Rp 70.000 per hari.

Baca juga : Kejati Banten Siap Tengahi Polemik Penutupan Jalan Puspitek Serpong 

Kondisi ini diperparah dengan panen yang kerap gagal akibat cuaca ekstrem serta tingkat pendidikan yang relatif rendah, di mana 42,14 persen warga hanya lulusan sekolah dasar.

Melihat kondisi tersebut, PEP Adera menggagas Program PERMATA dengan empat tujuan utama, yaitu menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, mendorong kemandirian desa, serta memperkuat kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Program ini dilaksanakan melalui tiga pilar kegiatan utama: transfer knowledge, inovasi lokal, dan kelembagaan lokal.

Melalui pilar pertama, masyarakat mendapatkan pelatihan pertanian modern seperti irigasi tetes, pembuatan pupuk organik, serta pengelolaan limbah pertanian.

Baca juga : Tito Dorong Pemda Aktif Dukung Program PSEL

Pilar kedua menitikberatkan pada penerapan teknologi berbasis potensi desa, seperti pemanfaatan jerami menjadi briket dan pupuk ramah lingkungan, serta penggunaan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi tanah gambut dan iklim setempat.

Adapun pilar ketiga berfokus pada penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan koperasi, bank benih, dan usaha pascapanen agar kelompok tani tetap mandiri meskipun program telah berakhir.

Sejak dijalankan, Program PERMATA menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 44 anggota kelompok tani mengalami peningkatan pendapatan, 12 di antaranya berhasil keluar dari garis kemiskinan, dan 36 produk lokal kini memiliki legalitas serta layak jual.

Program ini juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon hingga 12,15 ton CO₂e per tahun melalui berbagai inovasi ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan energi surya (Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS) dan pengelolaan sampah organik.

Baca juga : PGN Dukung Pemberdayaan Desa Lewat Program CSR Berkelanjutan

“Program PERMATA menjadi bukti bahwa pengelolaan energi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami ingin desa-desa di sekitar wilayah operasi Pertamina tidak hanya tangguh secara ekonomi, tapi juga berdaya secara sosial dan lingkungan,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Communication, Relations & CID PHR Regional 1, Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, Sarbeni, anggota Kelompok Tani Barokah, menyampaikan harapannya, agar dukungan terhadap petani terus berlanjut.

“Kami sangat merasakan manfaat dari program ini, hasil panen meningkat dan kami jadi lebih semangat. Ke depan, kami berharap ada bantuan mesin traktor perahu, minimal dua unit, supaya pengolahan lahan bisa lebih cepat dan efisien,” kata Sarbeni kepada RM.id, Rabu (8/10/2025).

Program PERMATA telah mendapatkan tujuh penghargaan nasional atas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.