BREAKING NEWS
 

Kisah Naomi Dan Shanelle, Bangun Brand Fashion Sejak Di Kampus

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 17 Oktober 2025 21:18 WIB
Naomi Dan Shanelle mahasiswa BINUS University, pemilik brand SANANE.(Foto: Dok. SANANE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika mendengar nama kampus BINUS, sebagian orang langsung terbayang kampus teknologi dengan reputasi kuat di bidang IT.

Namun ternyata, dari kampus yang sama juga lahir para entrepreneur muda berbakat di industri kreatif.

Salah satunya Naomi Hilya dan Shanelle Callista Hendra, mahasiswa semester tujuh jurusan Fashion Design BINUS University, yang sudah berani meluncurkan fashion brand mereka sendiri bernama SANANE ketika masih berkuliah.

Seperti apa perjalanan mereka? Awal Mula Fashion Brand SANANE Cerita SANANE dimulai dari sebuah tugas kuliah.

Bukan hanya menyelesaikan untuk nilai, keduanya justru menyeriusi ide tersebut dan menjadikannya sebuah brand siap pakai.

“Awalnya untuk tugas sustainbility, kita bikin clutch dari recycled denim,” ujar Naomi dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025)

“Di awal kita masih coba-coba, termasuk dengan produk sustainable. Tapi setelah tes pasar, ternyata yang lebih jalan justru ready to wear ini," ucapnya.

Akhirnya SANANE berkembang menjadi merek yang ready to wear, kami tetap berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam setiap langkah ke depannya, termasuk nilai-nilai sustainability.

Baca juga : Ini Link Dan Tips Layanan Pembuangan Sampah Berukuran Gratis Di Jakarta

Bagi Naomi dan Shanelle, keputusan untuk memilih jalur Entrepreneurship Track jadi titik balik.

Awalnya, mereka sempat mempertimbangkan magang di rumah mode atau jadi asisten desainer.

Namun setelah merasakan kelas-kelas kewirausahaan, termasuk seminar dan bimbingan mingguan, mereka mantap untuk melangkah lebih jauh.

Dengan adanya mentoring intensif, mahasiswa bisa menguji ide bisnis sejak dini dan belajar menghadapi realita pasar.

Bagi BINUS University, inilah bentuk nyata dukungan agar mahasiswa tak hanya jadi pekerja, tapi juga pencipta lapangan kerja.

Unik Karena Detail Payet dan Pemberdayaan Perempuan SANANE hadir dengan identitas jelas, yaitu tank top kasual yang dipermanis dengan aplikasi payet berwarna-warni.

Tren tank top memang sudah ramai di media sosial, tapi keduanya melihat celah khusus di Jakarta.

Adsense

“Kalau polosan aja kan boring, jadi kita tambahin elemen-elemen ini biar tetap casual, tapi ada sesuatu yang beda,” ujar Shanelle.

Baca juga : Dari Sampah Jadi Berkah, Elnusa Bangun Kemandirian Ekonomi di Desa Mundu

Selain koleksi payet, SANANE juga punya basic collection dengan desain multifungsi. Ada model cascade yang bisa dipakai sebagai dress atau atasan, serta koleksi dengan detail karet di bagian belakang agar lebih nyaman untuk berbagai bentuk tubuh.

Shanalle menambahkan, warna-warna dasar seperti hitam dan putih jadi pilihan utama, sehingga koleksi ini fleksibel untuk di-mix and match.

Hal menarik lainnya, SANANE tidak hanya fokus pada desain. Justru, mereka juga menyoroti pemberdayaan. Produksinya melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang bisa bekerja dari rumah tanpa meninggalkan peran utama mereka.

Hal ini sejalan dengan semangat banyak fashion brand masa kini yang menekankan nilai keberlanjutan dan komunitas.

“Kita pengin ibu-ibu daerah bisa tetap punya penghasilan meskipun kerjanya dari rumah,” kata Naomi.

Kini, SANANE sudah mulai dikenal lewat Instagram dan TikTok, dengan pemesanan dilakukan via direct message.

Naomi juga mengatakan, kalau mereka juga sedang mempersiapkan toko resmi di platform e-commerce tanah air agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

“Kadang orang masih nganggep fashion design itu cuma soal bikin baju cantik. Kita juga belajar bagaimana menjual, memasarkan, sampai membangun jaringan," ujar Shanelle.

Baca juga : Kopdes Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu Bangun Harapan Dan Kesejahteraan Warga

"Kami juga sudah menyiapkan rencana untuk mengeksplor bahan dan model lain, namun tetap dengan sentuhan khas yang mereka bangun sejak awal," ujarnya.

“Yang penting brand ini selalu punya karakter, tapi fleksibel mengikuti kebutuhan pasar,” kata Naomi.

Pada akhirnya membuahkan hasil. SANANE sukses menembus kurasi ketat Sunday Space Market, sebuah event fashion dan lifestyle populer di Jakarta.

Ajang yang digelar di The Brickhall, Fatmawati pada 13-14 September 2025 lalu bukan sekadar bazaar biasa. Hanya brand terpilih dengan konsep dan kualitas kuat yang bisa ikut serta.

 “Kita pengin lihat gimana respon orang terhadap motif-motif baru. Kalau banyak yang suka, bisa jadi kita launch koleksi berikutnya,” ujar Naomi.

SANANE adalah satu dari sekian banyak contoh lahirnya entrepreneur muda dari lingkungan kampus. Dengan berbagai program enrichment dan track khusus entrepreneurship,

BINUS membuka ruang bagi mahasiswanya untuk bereksperimen dan tumbuh sebagai pengusaha.

Naomi dan Shanelle membuktikan bahwa passion bisa bertemu dengan peluang, lalu melahirkan sesuatu yang lebih besar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense