Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kejuaraan Dunia Atletik U20, Anugrah Terjungkal Di Gawang Terakhir
Selasa, 11 Agustus 2026 06:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nasib kurang beruntung dialami pelari gawang muda Indonesia, Anugrah Styawan Pujo Santoso, saat berlaga di ajang bergengsi World Athletics U20 Championships 2026.
Berpacu di lintasan Hayward Field, Oregon, Amerika Serikat, peluang emas Anugrah melayang lantaran kakinya tersangkut pada gawang terakhir sebelum ia menyentuh garis finis.
Insiden menyakitkan ini memaksanya turun ke posisi kedelapan. Sementara rekan senegaranya, Hoshi Fatihah Azharah, berhasil menempati urutan keenam di nomor lari cepat putri.
Baca juga : Febrie Belum Sebut Nama Pemilik Uang dan Emas 74 Kg
Turun pada nomor 110 meter gawang putra untuk putaran pertama di heat kedua, Anugrah sejatinya tampil impresif. Pelari berusia 18 tahun itu mengerahkan kemampuan maksimal sejak letusan pistol start berbunyi. Ia menjaga ritme lari dengan sangat baik, dan terus bersaing ketat dengan pelari dari negara lain hingga mendekati ujung perlombaan.
Sayangnya, petaka datang pada rintangan penutup. Ia tersandung, kehilangan keseim bang an, lalu terjatuh yang berakibat fatal pada kehilangan banyak detik berharga. Ia akhirnya harus menyudahi balapan dengan catatan waktu 18,86 detik.
Sementara, Hoshi yang berkompetisi pada nomor 200 meter putri putaran pertama heat ketiga, mampu menuntaskan perlombaan tanpa insiden dengan waktu tempuh 24,60 detik.
Baca juga : Melihat Indikator & Riset BPS, Mesin Ekonomi Kita Tetap Bertenaga
Pihak federasi menyadari sepenuhnya bahwa level kompetisi di Amerika Serikat tersebut tidaklah mudah bagi para atlet yang sedang merintis karier. “Atlet muda Merah Putih menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan para atlet junior terbaik dari berbagai negara,” tulis keterangan resmi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), dikutip Senin (10/8/2026).
Kendati hasil di papan skor belum berbuah medali, federasi tetap menaruh rasa bangga dan mengapresiasi dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan oleh kedua atlet beserta tim pelatih pendamping.
Bagi PB PASI, keikutsertaan Anugrah dan Hoshi dalam kejuaraan dunia kelompok usia di bawah 20 tahun ini bukanlah sekadar soal menang atau kalah, melainkan soal pematangan jam terbang.
Baca juga : Suhu Memanas, Karhutla Dan Kekeringan Meluas
Bertanding melawan para jawara junior dari penjuru dunia dinilai sebagai parameter untuk mengukur kapasitas sekaligus mencetak mental bertanding yang tangguh. Insiden tersandung di lintasan tidak dipandang sebagai sebuah kegagalan mutlak, melainkan bagian dari proses panjang pembinaan atlet muda agar mampu mendulang prestasi yang lebih tinggi di pentas atletik internasional pada masa mendatang. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya