BREAKING NEWS
 

Universitas Trisakti Ubah Limbah Singkong Jadi Cuan, Ciambar Jadi Desa Hijau

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 25 November 2025 20:55 WIB
Tim PkM Universitas Trisakti di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti menggelar dua program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada 15 November 2025. Kedua program difokuskan pada pemberdayaan warga lewat teknologi pengolahan limbah kulit singkong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Program pertama dipimpin Nurhayati bersama tim lintas disiplin dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Teknik Sipil, dan Arsitektur Lanskap. Anggota timnya antara lain Christy Anandha Putri, Olivia Seanders, Naila Nasywa Istiqomah, dan Clara. Program kedua dipimpin Novina Sri Indiraharti bersama Daniel M. Simbolon, Risa Nurmala Desi, Helena Gabriella B. Tarandung, dan Michael Jackson dari Program Studi Hukum, Akuntansi, dan Fotografi. Kegiatan ini diikuti 12 peserta dari pemerintah desa, kelompok tani, dan pelaku UMKM, serta didukung penuh Pemerintah Desa Ciambar yang diwakili Kepala Desa Suparkah.

Desa Ciambar selama ini menjadi sentra produksi opak berbahan baku singkong. Namun limbah kulit singkong yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap, mencemari air tanah, dan merusak lingkungan. Di sisi lain, warga juga belum memiliki keterampilan teknis mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah maupun kemampuan manajemen usaha dan pemasaran.

Baca juga : Dies Natalis ke-60, Universitas Trisakti Catat Rekor Dunia Tarian Tabola Bale

Menjawab masalah tersebut, tim PkM menghadirkan solusi komprehensif berbasis teknologi tepat guna yang mudah diaplikasikan. Tim pertama yang dipimpin Dr. Nurhayati memperkenalkan teknologi biokonversi limbah singkong menggunakan mikroba menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak fermentasi, pupuk cair organik, biogas untuk kebutuhan rumah tangga, bioplastik, hingga eco-packaging ramah lingkungan.

Sementara itu, tim kedua yang dipimpin Novina Sri Indiraharti mengolah limbah kulit singkong menjadi litter kucing ramah lingkungan (eco-friendly cat litter) lewat proses pembersihan, pengeringan, dan granulasi untuk menghasilkan litter yang clumping dan low-dust. Teknologi yang digunakan sederhana, hanya memakai drum plastik 200 liter dan pipa PVC, sehingga dapat langsung diadopsi warga tanpa biaya besar.

Adsense

Tak hanya transfer teknologi, kedua program juga memperkuat kelembagaan lokal. Tim pertama membentuk Kelompok Usaha Pengelola Limbah (KUPL) sebagai wadah pengelolaan usaha pengolahan limbah secara kolektif, serta menginisiasi Ciambar Green Hub sebagai community learning center untuk pengembangan teknologi hijau dan ekonomi sirkular.

Baca juga : Universitas Trisakti Dorong Ambarjaya Jadi Desa Eco-Wisata Berkelanjutan

Tim kedua memperkuat kelembagaan BUMDes Ciambar Hijau sebagai pengelola unit usaha baru yang memproduksi litter kucing dan opak berbasis konsep “one village one product”. Targetnya, keuntungan usaha kembali ke masyarakat desa.

Kedua tim juga memberikan pelatihan manajemen usaha secara komprehensif, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, analisis biaya produksi, strategi pemasaran digital, desain produk dan kemasan, hingga pemahaman prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.

Kepala Desa Ciambar, Suparkah, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat berterima kasih kepada tim PkM Universitas Trisakti. Sekarang warga lebih paham cara mengolah limbah kulit singkong menjadi produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak fermentasi, pupuk organik, biogas, sampai litter kucing. Kami sangat puas dengan pelatihan dan pendampingannya,” ujarnya.

Baca juga : Prabowo Ubah Aspirasi Publik Jadi Mandat Kenegaraan

Salah satu peserta menambahkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami yang sebelumnya hanya membuang kulit singkong, sekarang melihat peluang usaha baru yang ramah lingkungan.”

Kedua program PkM ini memberikan manfaat multidimensi, mulai dari peningkatan kapasitas warga, peluang usaha baru, sampai pengurangan pencemaran lingkungan. Bagi Universitas Trisakti, kegiatan ini adalah implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 7 (Energi Bersih), SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Produksi Bertanggung Jawab), SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 15 (Ekosistem Darat), dan SDG 17 (Kemitraan).

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa penghasil singkong lainnya, menjadikan Ciambar sebagai percontohan pengelolaan limbah pertanian berbasis teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan bernilai tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense