Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Universitas Trisakti Dorong Ambarjaya Jadi Desa Eco-Wisata Berkelanjutan
Selasa, 18 November 2025 14:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Trisakti kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa lewat rangkaian kegiatan pengabdian yang berfokus pada lingkungan dan pariwisata berkelanjutan. Dua program utama yang dijalankan adalah “Integrasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pemanfaatan Bahan Alam untuk Produk Kreatif Berkelanjutan” serta “Pengembangan Master Plan Tahap 1 Eco-Wisata Desa berbasis Berkelanjutan Penunjang Wisata Alam Curug Luhur”. Seluruh kegiatan dipusatkan di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi—wilayah dengan kekayaan alam besar namun belum dimanfaatkan optimal.
Program ini dipimpin Sheilla Megagupita Putri Marendra dan Ar. Fajar Rezandi sebagai ketua pelaksana, didukung anggota tim Siti Febrina Rahmadani, Octarina, Rosyida Permatasari, Pongky Adhi Purnama, beserta mahasiswa Universitas Trisakti.
Kegiatan merupakan kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan bidang teknik lingkungan, arsitektur, desain interior, fotografi, teknik mesin, hingga kesehatan gigi dan mulut, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti.
Potensi Ambarjaya yang Perlu Dioptimalkan
Baca juga : SWA Apresiasi Perusahaan Berorientasi Pelanggan Dan Berkelanjutan
Desa Ambarjaya memiliki sumber daya alam melimpah seperti dedaunan, bunga, kulit buah, dan material organik lain yang dapat diolah menjadi ecoprint dan produk kreatif bernilai ekonomi. Minimnya edukasi membuat masyarakat masih bergantung pada pembakaran sampah rumah tangga, yang memicu pencemaran udara dan berdampak pada kesehatan warga.
Potensi wisata alamnya pun besar: bentang perbukitan hingga kawasan hijau yang ideal untuk eco-wisata. Penyusunan master plan tahap awal sebagai lanjutan Masterplan Wisata Curug Luhur menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ini, terutama di wilayah Ambarjaya.
Edukasi Lingkungan dan Produk Kreatif Berbasis Bahan Alam
Dalam program pertama, warga mendapat edukasi lengkap mengenai pemilahan sampah organik basah, organik kering, dan non-organik. Mereka juga belajar memanfaatkan bahan alam seperti daun, bunga, dan kulit buah untuk membuat ecoprint yang punya nilai jual tinggi, serta mendaur ulang bahan non-organik menjadi karya kreatif yang mendukung identitas desa sebagai kawasan eco-wisata.
Baca juga : COP30 Brazil, Sultan Dorong Investasi Transportasi Dan Mobilitas Berkelanjutan
Pelatihan meliputi teknik mordanting, penyusunan motif, proses penguncian warna, hingga workshop kesehatan gigi berbahan alami seperti daun sirih, madu, minyak kelapa, garam, dan lidah buaya. Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif yang bisa menjadi bagian dari atraksi wisata.
Pengembangan Masterplan Eco-Wisata Tahap 1
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, tim Universitas Trisakti mulai menyusun Master Plan Tahap 1 Eco-Wisata Desa Ambarjaya yang menjadi dasar pengembangan wisata alam berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Ruang lingkupnya meliputi identifikasi potensi alam dan ruang publik desa, penentuan zona wisata ramah lingkungan, desain arsitektur bangunan pendukung eco-wisata, edukasi efisiensi energi, dan pelatihan fotografi sederhana untuk mendukung promosi wisata dan kuliner desa. Inisiatif ini diharapkan membawa Ambarjaya menjadi destinasi eco-wisata yang menarik sekaligus mengedepankan kelestarian alam dan kesejahteraan warga.
Dorong Masyarakat Mandiri dan Berdaya Saing
Baca juga : LPPM Trisakti Dorong Inovasi Berkelanjutan Melalui PkM Multi Disiplin di Ciambar
Melalui dua program tersebut, masyarakat Ambarjaya didorong untuk lebih peduli pada pengelolaan sampah, menghasilkan produk kreatif bernilai ekonomi, serta memahami kesehatan gigi dan mulut berbasis bahan alami. Dalam pengembangan wisata desa, warga dilatih berperan aktif membangun eco-wisata, meningkatkan pemahaman energi efisien, dan mempromosikan desa melalui fotografi.
Ketua pelaksana berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Ambarjaya sebagai desa hijau, mandiri, berdaya saing, dan memiliki kawasan eco-wisata kuat. “Kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka. Alam menyediakan semuanya—tugas kita adalah mengolahnya menjadi nilai,” ujarnya.
Menuju Desa Percontohan Berkelanjutan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menegaskan komitmen Universitas Trisakti dalam membangun kolaborasi jangka panjang dengan desa. Dengan integrasi edukasi lingkungan, kesehatan, dan perencanaan wisata, Ambarjaya diharapkan tumbuh menjadi desa percontohan berkelanjutan yang mengedepankan kreativitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya