Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Universitas Trisakti dan Warga Kampung Akuarium Hadirkan Wisata Pintar
Senin, 15 September 2025 21:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatihan penyusunan narasi dan pemasaran digital mengenai potensi cagar budaya perlu dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan aset cagar budaya. Hal tersebut digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki akan aset tersebut.
Salah satu tempat dengan banyak aset cagar budaya di sekitarnya adalah Kampung Akuarium di Jakarta. Saat ini, kegiatan di Kampung Akuarium dikelola Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri. Hasil observasi memperlihatkan terjadinya peningkatan jumlah pengunjung ke lokasi cagar budaya di sekitar kampung tersebut. Namun, penghuni Kampung Akuarium belum terlibat secara aktif dalam kegiatan kunjungan wisatawan tersebut.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Trisakti berinisiatif membantu pengelola dengan judul program Pemberdayaan Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri melalui Wisata Pintar Cagar Budaya di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Kegiatan ini memperoleh dana dari Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025 dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Baca juga : Mahasiswa Universitas Trisakti Raih 4 Medali Emas di Ajang Kompetisi IoT 2025
Tim PkM dipimpin Inavonna dengan anggota Debbie Aryani, Maria Immaculata Ririk Winandari, Muhammad Fathir Abdullah, dan Muhammad Zufar Satria. Menurut Inavonna, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader koperasi dalam hal penyediaan dan pemasaran secara digital menuju wisata pintar serta menyediakan dokumen narasi dan produk wisata digital.
Program ini dilakukan agar pengurus dan kader Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri memiliki kemampuan untuk menyediakan dan memasarkan wisata cagar budaya yang ada di sekitar permukiman mereka sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap Cagar Budaya yang ada.
Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Sosialisasi dalam bentuk FGD kepada pengurus Koperasi Akuarium dan staf Museum Bahari dilakukan tanggal 10 Juli 2025. Sejumlah 12 peserta mengikuti pelatihan.
Baca juga : Sensasi Hangat dan Segar, Madurasa Hadirkan Inovasi Jahe Merah Lemon
Pelatihan pertama yaitu penyusunan narasi dilakukan pada Minggu 10 Agustus 2025. Pelatihan ini dilakukan dengan memberikan contoh penyusunan yang baik serta praktik pembuatan narasi cagar budaya secara berkelompok.
Pelatihan kedua yaitu pemasaran digital dan konten promosi dilakukan pada Minggu, 14 September 2025 dengan memeragakan kegiatan penyusunan materi promosi dalam bentuk digital.
Evaluasi yang dilakukan di akhir pelatihan memperlihatkan terjadinya peningkatan pemahaman akan sejarah dan nilai cagar budaya di sekitar Kampung Akuarium serta keterampilan peserta dalam menyusun narasi dan merancang materi promosi secara digital. Hal ini dibuktikan dengan terciptanya dua narasi cagar budaya berikut alternatif jelajahnya yaitu wisata kuliner dan wisata edukasi. Selain narasi, telah terbentuk platform web.https://kampungakuariumpenjaringan.blogspot.com/2025/09/oleh-oleh-kampung-akuarium.html.
Baca juga : Nuansa Amerika Latin Warnai Maung Bandung
"Melalui pelatihan narasi dan digital marketing wisata pintar, kami berharap warga Kampung Akuarium dapat mengangkat potensi sejarah lingkungannya, menjaga kelestarian, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap cagar budaya yang mereka miliki. Lewat narasi dan digital marketing, warga Kampung Akuarium jadi pelaku utama pelestarian,” ujar Inavonna, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (15/9/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya