BREAKING NEWS
 

Strategi Menolong Kaum Remaja

Writer : Muhamad Fariz Alfarizi
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 21 Desember 2025 17:41 WIB
Prof. Dr. H. Abuddin Nata (Foto: Dok. Pribadi)

Akhir-akhir ini media massa banyak memuat informasi tentang kondisi mental remaja yang memprihatinkan. Hasil Global School-based Student Health Survey (GSHS) 2025 dari WHO menunjukkan satu dari lima remaja di Indonesia merasa kesepian; 16 persen mengalami kecemasan, dan 8 persen pernah berpikir mengakhiri hidup. Ironisnya, keluarga, sekolah, dan orang dewasa sering gagal membaca tanda-tanda tersebut, apalagi meresponsnya secara cepat dan tepat. Perubahan perilaku seperti menarik diri, marah, pasif, atau kehilangan semangat sejatinya merupakan seruan minta tolong.

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dikaitkan dengan kondisi mental pelaku menjadi puncak gunung es persoalan remaja yang membutuhkan perhatian serius semua pihak. Sejumlah pengamat menilai kondisi ini dipicu oleh keterikatan berlebihan pada gawai, kesenjangan antara impian dan realitas ekonomi, serta lemahnya perhatian terhadap kesejahteraan emosional. Sistem pendidikan yang terlalu menekankan capaian akademik juga berkontribusi, sementara sekolah yang seharusnya aman justru menjadi arena perundungan. Laporan UNESCO 2024 mencatat satu miliar anak di dunia mengalami kekerasan setiap tahun, dengan dampak serius hingga depresi dan bunuh diri.

Karena akar persoalan terletak pada lemahnya tiga pilar pendidikan—keluarga, sekolah, dan masyarakat—maka upaya penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif.

Pertama, penguatan keluarga (strengthening of the family). Keluarga merupakan fondasi utama pendidikan mental dan moral anak. Orang tua adalah pendidik pertama yang paling berpengaruh. Nilai-nilai keagamaan menekankan pentingnya membangun rumah tangga yang dilandasi cinta kasih, tanggung jawab, dan keteladanan. Sejak anak lahir hingga dewasa, orang tua berkewajiban menanamkan iman, akhlak, disiplin, serta kasih sayang. Di era digital, orang tua dituntut memanfaatkan teknologi untuk membimbing, mengawasi, dan membangun komunikasi yang hangat dengan anak, sebagaimana dicontohkan Luqman al-Hakim dalam mendidik anak-anaknya.

Kedua, kegiatan keagamaan yang transformatif dan menarik. Aktivitas keagamaan di masjid atau ruang publik perlu direvitalisasi agar relevan dengan kehidupan remaja. Materi hendaknya kontekstual, narasumbernya mampu memahami dunia anak muda, dan metodenya dialogis, bukan semata doktriner. Pendekatan diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan teknologi digital akan membuat kegiatan keagamaan lebih hidup dan bermakna.

Baca juga : Poltracking Dorong Penegakan Hukum yang Semakin Humanis

Ketiga, pengembangan bakat dan minat remaja. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, sebagaimana ditegaskan teori kecerdasan majemuk. Bakat dan minat tersebut perlu dikenali, dibina, dan disalurkan secara tepat. Teori konvergensi menunjukkan bahwa potensi bawaan harus dikembangkan melalui pendidikan dan lingkungan yang mendukung. Remaja dengan beragam bakat—seni, olahraga, keterampilan teknis, hingga akademik—merupakan aset bangsa yang tidak boleh terbengkalai. Masyarakat yang memiliki keahlian di berbagai bidang perlu terlibat aktif membimbing mereka sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan amal jariyah.

Keempat, penciptaan lapangan kerja yang ramah anak muda. Pekerjaan bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga sarana membangun harga diri dan status sosial. Ketiadaan pekerjaan dapat memicu keputusasaan, konflik keluarga, hingga tindakan kriminal. Karena itu, akses remaja terhadap dunia kerja harus diperluas.

Kelima, penanaman semangat berprestasi (need of achievement). Remaja perlu didorong untuk memiliki motivasi kuat, bukan dimanjakan dengan kemudahan materi. Keteladanan Umar bin Abdul Aziz menunjukkan bahwa warisan nilai dan semangat berprestasi lebih berharga daripada harta. Islam juga mengajarkan doa dan sikap mental positif untuk menggantikan pesimisme, kemalasan, dan ketakutan dengan keyakinan, optimisme, dan kerja keras.

Adsense

Upaya menolong remaja membutuhkan keterpanggilan, komitmen, dan tanggung jawab bersama. Di tangan remajalah masa depan bangsa ditentukan. Seperti kata Bung Karno, dengan sepuluh pemuda yang berkualitas, dunia dapat diguncangkan. Sejarah juga membuktikan keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam membina kaum muda hingga menjadi pilar peradaban. Karena itu, menolong remaja berarti menyiapkan masa depan bangsa dan negara.

Daftar Pustaka:

Bek, al-Marhum al-Sayyid Ahmad al-Haasymy, Mukhtar al-Ahaadits al-Nabawiyyah wa al-Hikam al-Muhammadiyyah, (Mesir: Mathbaah Hijazi, 1367 H./1948 M.), cet. VI.

Baca juga : Acha Septriasa, Kembangkan Karier Di Belakang Kamera

Komaruddin, Yahya, Homeschooling Islami, Pendekatan Praktis Internalisasi Nilai-nilai Keislaman, (Tangerang Selatan: Lembaga Kajian Dialektik, 2025). Cet. I. 

Ledakan dari Luka Sunyi, “Anak Butuh Perhatian”, dalam Kompas, Selasa, 11 November, 2025

Lickona, Thomas, Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter, (Jakarta: Bumi Aksaram 2015), cet. IV.

Rukmini, Elisabeth, “Masa Depan Sains Dasar,” dalam Kompas, Senin, 10 November, 2025 

Satria, Arif, “Revolusi Pola Pikir”, dalam Kompas, Rabu, 16 Agustus, 2023.

Baca juga : KDM Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Al-Sayyid, Abdul Basith Muhammad, The Spiritual Power, (terj.) Muhtadi Kadi dari judul Ath Thaqah Ar Ruhiyyah Fawaid Dunyawiyyah wa Ukhrawiyyah, (Jakarta:Nakhlah Pustaka, 2008), cet. I.

Susila, Sidharta, “Masih Bergunakah Sekolah Kita”, dalam Kompas, Rabu, 19 Januari, 2022.

Ulwan, Abdullah Nashih, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, (terj.) Saifullah Kamalie dan Hery Noer Aly, dari judul asli  Tarbiyatu al-Aulaad fi al-Islam, (Semarang:CV Asy Syifa, 1981), cet. III.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense