RM.id Rakyat Merdeka - Pendidikan transformatif menjadi sorotan utama dalam Simposium Pendidikan Nasional yang diselenggarakan Adidaya Foundation, Rabu (24/12/2025). Kegiatan bertema “Membangun Ekosistem Pendidikan Transformatif: Dari Visi Asta Cita Menuju Generasi Emas 2045” ini menjadi forum strategis untuk membahas transformasi pendidikan nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Simposium tersebut secara resmi dibuka oleh Ilham Nurhidayatuloh selaku Founder Yayasan Adidaya. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian diskusi dan pertukaran gagasan lintas pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Adidaya Foundation merupakan akronim dari Adyatama Indonesia Digdaya. Adyatama bermakna yang paling utama atau terbaik, sementara Digdaya berarti kuat, tangguh, dan berdaya. Filosofi tersebut menjadi ikrar Adidaya Foundation untuk terus melakukan ikhtiar terbaik demi mewujudkan Indonesia yang kuat dan bermartabat. Dengan dua nilai utama, yakni pendidikan dan ekonomi, Adidaya mengusung visi besar mencerdaskan sekaligus mensejahterakan generasi bangsa.
Baca juga : AMKA Animation Perkuat Ekosistem Animasi lewat BAFM 2025
Ketua Adidaya Foundation, Budi Ritonga, menegaskan simposium ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan gagasan pendidikan dengan arah kebijakan nasional.
“Simposium ini membincangkan bagaimana membangun ekosistem pendidikan transformatif yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menyongsong Generasi Emas 2045,” ujar Budi Ritonga.
Baca juga : PLN Resmikan SPKLU Cilandak, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Jakarta
“Pemerintah mendorong revitalisasi bangunan fisik sekolah agar semakin layak, pengembangan program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional,” jelas Lamlam dalam paparannya.
Sementara itu, pakar dan praktisi pendidikan Irfan Hielmy, menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berorientasi pada masa depan peserta didik. Menurutnya, visi Indonesia Emas hanya dapat terwujud apabila sistem pendidikan mampu merespons aspirasi generasi muda sejak dini.
“Mengakomodasi cita-cita, minat, dan bakat peserta didik sejak dini merupakan kunci agar Indonesia Emas 2045 benar-benar dapat terwujud,” tegas Irfan.
Baca juga : Resmikan SMPN 1 Banyudono, Wamen Fajar: Perkuat Ekosistem Pendidikan
Simposium ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam merumuskan arah kebijakan dan praktik pendidikan transformatif, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencetak generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.