Dark/Light Mode

Resmikan SMPN 1 Banyudono, Wamen Fajar: Perkuat Ekosistem Pendidikan

Sabtu, 20 Desember 2025 15:08 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berkeliling kelas usai mresmikan SMPN 1 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berkeliling kelas usai mresmikan SMPN 1 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada urusan fisik gedung sekolah. Yang jauh lebih penting, ekosistem pendidikan harus diperkuat, meliputi guru, kepala sekolah, murid, hingga pengawas.

“Guru dan kepala sekolah adalah jantung sekolah. Karena itu, penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan etos pelayanan mereka menjadi fokus kami. Pengawas sekolah juga harus hadir sebagai pendamping profesional, bukan sekadar pemeriksa administrasi,” ujar Fajar saat meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12/2025).

Fajar menepis pandangan sempit bahwa sekolah selesai dibangun ketika bangunannya berdiri kokoh. Menurut dia, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat—baik dari sisi akademik maupun mental murid.

Baca juga : Kolaborasi Yayasan IJMI Dan KemenHAM Manusia Perkuat Perlindungan Hak Pekerja

“Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar menjadi manusia. Sekolah harus menjadi tempat yang aman secara psikologis, membangun karakter, dan menumbuhkan kepercayaan diri murid,” ujarnya.

Revitalisasi SMPN 1 Banyudono merupakan bagian dari Program Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pembangunan dari desa dan dari bawah guna pemerataan kualitas pendidikan.

“Kita bisa membangun gedung sekolah yang bagus, tetapi yang lebih penting adalah membangun ekosistemnya. Guru harus mengajar dengan baik, kepala sekolah memimpin dengan kuat, pengawas menjalankan fungsi pembinaan, dan murid belajar dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan,” tegas Fajar.

Baca juga : Di HUT 50+1 MNPK, Wamen Fajar: Pendidikan Itu Tindakan Penuh Kasih

Ia menyebut program revitalisasi diarahkan bukan hanya mempercantik ruang kelas, melainkan menciptakan ekosistem yang membuat guru optimal dan murid berkembang utuh—baik akademik maupun karakter.

“Ini sejalan dengan arahan Pak Menteri Mu’ti bahwa pembangunan pendidikan nasional harus dilakukan secara holistik dan berorientasi pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya,” kata Fajar.

Bupati Boyolali Agus Irawan ikut mendampingi kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen, terutama karena indeks pembangunan manusia (IPM) Boyolali berada di atas rata-rata Jawa Tengah, namun kebutuhan peningkatan sarana pendidikan masih mendesak.

Baca juga : MoreFood Expo Gandeng APPMBGI Perkuat Ekosistem Produksi Pangan

“Kami berharap sinergi pusat dan daerah terus diperkuat. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis pemerataan layanan pendidikan di Boyolali dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kunjungan itu menegaskan komitmen Kemendikdasmen memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan visi Asta Cita dan agenda transformasi pendidikan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.