Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
EWC Foundation: Indonesia Mesin Pertumbuhan Esports Dunia
Sabtu, 13 Desember 2025 14:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Esports World Cup (EWC) Foundation menilai Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan esports global, khususnya di segmen game mobile. Hal itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) Esports World Cup Foundation, Mike McCabe, dalam keterangan resminya, Sabtu (13/12/2025).
McCabe mengatakan, dukungan ekosistem esports Indonesia mulai dari pemain, klub, hingga komunitas memberikan dampak signifikan terhadap cara Arab Saudi memandang lanskap esports dunia.
“Bagi kami, Indonesia adalah mesin yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan esports secara global. Pasar Indonesia yang sangat kuat di mobile gaming berkontribusi besar terhadap peningkatan adopsi dan jumlah penonton di berbagai judul Esports World Cup,” kata McCabe.
Ia menilai dominasi esports mobile di Indonesia sejalan dengan tren global. Menurutnya, ponsel merupakan perangkat gaming paling mudah diakses dan akan terus menjadi platform utama industri esports ke depan. Karena itu, EWC menghadirkan berbagai judul mobile besar seperti Free Fire, Mobile Legends, Bang Bang, hingga Honor of Kings dalam ajang Esports World Cup.
Lebih lanjut, McCabe menegaskan pengembangan talenta muda menjadi pilar utama visi EWC Foundation. Ia mencontohkan keberhasilan pemain Indonesia berusia 15 tahun yang mampu menjuarai salah satu turnamen Free Fire terbesar tahun ini.
Baca juga : Ski Air Indonesia Sabet Emas Di SEA Games 2025
“Ini menunjukkan betapa kuatnya talenta muda Indonesia. Namun, kami tidak hanya fokus pada atlet, melainkan juga menciptakan jalur karier di seluruh ekosistem esports. Mulai dari penyiaran, penyelenggaraan event, hingga industri kreatif dan pengembangan game,” jelasnya.
Upaya tersebut sejalan dengan strategi nasional gaming dan esports Arab Saudi yang mencakup seluruh rantai industri video game, dari pengembangan seni, gameplay, hingga quality assurance, sekaligus membuka peluang karier jangka panjang bagi generasi muda.
EWC Foundation juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan esports perempuan. McCabe menyebut kerja sama erat dengan Saudi Esports Federation dan publisher gim sebagai langkah strategis membangun ekosistem kompetitif yang inklusif.
“Tahun ini, tim perempuan Indonesia menjuarai MLBB Invitational. Itu pencapaian luar biasa dan bukti bahwa investasi jangka panjang di esports perempuan mulai membuahkan hasil,” ungkapnya.
Menurut McCabe, skala populasi, tingkat literasi teknologi, serta passion masyarakat terhadap gaming membuat Indonesia menonjol dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Ia menyebut Indonesia sebagai pasar yang “melompat satu generasi” langsung menuju masa depan hiburan interaktif.
Baca juga : Timnas eFootball Indonesia Ke Perempat Final, Tantang Brazil
“Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga penggerak masa depan esports di kawasan,” ujarnya.
Dalam konteks Asia Tenggara, Indonesia dinilai berperan penting dalam membentuk infrastruktur esports, audiens, hingga lanskap sponsorship. Pengakuan pemerintah terhadap esports sebagai cabang olahraga resmi juga disebut sebagai langkah maju yang signifikan.
Ke depan, EWC Foundation menaruh harapan besar pada Indonesia, termasuk dalam ajang Esports Nations Cup yang akan pertama kali digelar pada 2026.
“Saya melihat Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik untuk berkompetisi sebagai tim nasional. Kami sangat menantikan kehadiran Indonesia di Riyadh pada November 2026,” tutur McCabe.
Baca juga : WWF Indonesia: Banjir Sumatera Tak Bisa Dibebankan pada Satu Pihak
Selain kompetisi, EWC Foundation melihat potensi besar kolaborasi dengan Indonesia di bidang media dan pembuatan konten. Tren co-streaming dan konten sosial yang berkembang pesat di Indonesia dinilai mampu menjembatani esports dengan audiens hiburan arus utama.
“Indonesia memimpin dalam mengaburkan batas antara media tradisional dan media sosial. Banyak inovasi baru justru lahir dari sini, dan kami melihat potensi itu akan terus tumbuh,” pungkas McCabe.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya