BREAKING NEWS
 

Wisuda STEI

INDEF Dorong Reformasi Pendidikan STEM Demi Indonesia Emas 2045

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 13 Januari 2026 17:53 WIB
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), di Jakarta, Senin (12/1/2026). (Foto: Dok. STEI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Lembaga Riset Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menegaskan bahwa upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan serius dari berbagai sektor, terutama penguatan ekosistem pendidikan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Menurut Tauhid, generasi muda Indonesia harus adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. Salah satu kuncinya adalah relevansi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan masa depan, khususnya pembelajaran Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika) atau STEM.

“Landasan utamanya adalah ekosistem pendidikan dan pengembangan Iptek. Ini perlu didukung dengan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masa depan seperti pembelajaran STEM, analisis data, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” kata Tauhid Ahmad, saat menyampaikan Orasi Ilmiah di hadapan ratusan wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Jakarta, Senin (12/1/2026).

Namun demikian, Tauhid mengingatkan Indonesia masih dihadapkan pada persoalan mendasar. Mulai dari akses, kuantitas, keterjangkauan biaya, hingga pemerataan pendidikan di tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi.

“Hal lainnya adalah perlunya dukungan kebijakan infrastruktur serta sumber daya pendanaan yang memadai. Kebijakan yang penting adalah mengembalikan substansi undang-undang pendidikan yang masih jauh dari harapan, serta menjaganya tetap konsisten dalam jangka panjang dan tidak berubah setiap pergantian rezim,” ujarnya.

Baca juga : BNI Dukung Program Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan Nasional

Tauhid juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendidikan nonformal. Seperti Balai Latihan Kerja, pusat pelatihan industri, hingga infrastruktur pemagangan sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.

Di sisi lain, ia menilai desain pendanaan pendidikan yang saat ini terfragmentasi perlu dikonsolidasikan kembali agar target pengembangan sumber daya manusia di semua level dapat tercapai. Pendanaan tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga memerlukan dukungan sektor swasta dan masyarakat.

“Yang paling penting adalah kolaborasi antara pendidikan tinggi, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri dalam menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Tauhid menambahkan, ketidakpastian global menuntut kompetensi yang semakin tinggi. Karena itu, daya saing pendidikan tinggi harus diperkuat melalui kolaborasi yang relevan dengan dunia usaha dan pemerintah, serta pemahaman mendalam terhadap tren global.

Adsense

“Kita harus mengejar ketertinggalan dan siap menghadapi persaingan dengan memahami tren global seperti ekonomi hijau dan geopolitik di pasar dunia,” jelasnya.

Baca juga : PLN Dukung Digitalisasi Pendidikan Di MI Al Munawaroh Kabupaten Bekasi

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan standar kompetensi internasional dan sertifikasi global, termasuk penguasaan bahasa asing sebagai prasyarat dasar.

“Kolaborasi lintas sektor tidak hanya menyiapkan kurikulum, infrastruktur, dan pendanaan, tetapi juga jejaring, baik lokal, nasional, regional, hingga internasional,” tambahnya.

Di akhir orasinya, Tauhid menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan berani melangkah ke masa depan.

“Ingat, bukan gelar yang membuatmu berarti, tetapi apa yang kamu lakukan dengan ilmu yang kamu miliki. Jangan takut melangkah ke masa depan, karena setiap langkah kecil hari ini akan menjadi lompatan besar esok hari,” pesannya.

Di lokasi yang sama, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Ridwan Maronrong, menegaskan komitmen STEI dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Adidaya Foundation Dorong Ekosistem Pendidikan Transformatif

“Di tengah dinamika perubahan global dan transformasi digital yang sangat cepat, STEI Indonesia menyadari bahwa keberlangsungan dan keunggulan institusi hanya dapat dicapai melalui transformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Ridwan.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak sekadar mengadopsi teknologi, tetapi membangun ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.

Dengan penguatan sumber daya manusia unggul, kurikulum relevan, riset berdampak, dan jejaring global, Ridwan optimistis STEI Indonesia mampu meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat reputasi institusi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan nasional.

Dalam pengembangan akademik, STEI Indonesia akan mendorong pembelajaran adaptif berbasis teknologi melalui blended learning dan hybrid learning, serta penguatan case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL) sesuai kebutuhan industri.

“Kurikulum akan terus dikembangkan secara responsif melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), dengan integrasi ekonomi digital, analitik data, kewirausahaan, dan keberlanjutan, agar tetap relevan, mutakhir, dan berdaya saing internasional,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense