RM.id Rakyat Merdeka - Atelier of Minds (AoM), after-school care dan enrichment center inklusif di Jakarta Selatan, menandatangani nota kerja sama dengan Agape Psychology, klinik psikologi berbasis di Singapura.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat layanan enrichment inklusif melalui integrasi pendekatan neuro-affirming dalam praktik pendampingan anak di Indonesia.
Kerja sama antara Atelier of Minds (AoM) dan Agape Psychology diharapkan memperkuat pendekatan inklusifnya dengan mengadopsi praktik neuro-affirming dengan menekankan pemahaman atas perbedaan cara belajar serta strategi pembelajaran yang lebih individual untuk membangun kepercayaan diri anak sejak dini.
Co-founder Atelier of Minds, Chatrine Hogan mengatakan, visi menerima keberagaman neurologis menjadi landasan kolaborasi tersebut.
Baca juga : Dari AS Terbang ke Inggris, Prabowo Fokus Perkuat Ketahanan Pangan & Energi
“Kami mendirikan Atelier of Minds sebagai ruang aman bagi setiap anak, agar mereka dapat dipahami dan dihargai tanpa memandang perbedaan gaya belajar,” ujar Chatrine dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Chatrine menambahkan, kebutuhan terhadap lingkungan belajar yang tidak hanya mengakomodasi, tetapi juga menerima keberagaman, semakin mendesak.
Melalui kolaborasi dengan Agape Psychology, kami belajar dari kerangka lingkungan inklusif di Singapura yang telah berjalan baik.
"Diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan anak, tetapi juga membantu orang tua dan pengajar memiliki pemahaman serta praktik yang lebih percaya diri dalam mendampingi generasi muda dengan beragam kebutuhan,” kata Chatrine.
Baca juga : Pandangan Politisi Gerindra, MBG Jadi Investasi Pembangunan Manusia
Kolaborasi ini tidak hanya difokuskan pada penguatan kapasitas internal. AoM juga berencana menyelenggarakan rangkaian lokakarya bagi orang tua, yang akan dipandu psikolog senior dari Agape Psychology.
Melalui sesi tersebut, orang tua dibekali pemahaman dan praktik berbasis pendekatan neuro-affirming untuk mendukung kebutuhan emosional dan perkembangan anak di rumah, sehingga tercipta kesinambungan antara lingkungan belajar dan keluarga.
Dalam kolaborasi ini, tim psikolog klinis dan psikolog pendidikan terdaftar dari Agape akan bekerja sama secara erat dengan AoM untuk mengembangkan kurikulum, pelatihan teknik intervensi dini bagi para staf, serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi seluruh peserta didik.
“Setiap anak dan keluarga berhak menjalani kehidupan yang bermakna, dan perjalanan tersebut dimulai dari pemahaman serta penerimaan,” ujar Direktur Klinik Agape Psychology, Jeremy Ang
Baca juga : Kemenperin Gandeng Hungaria Perkuat Vokasi Industri
Jeremy mengaku, pihaknya sangat antusias berkolaborasi dengan tim Atelier of Minds dengan tujuan menerjemahkan praktik neuro-affirming yang telah dikembangkan secara mendalam di Singapura ke dalam dunia pendidikan Indonesia.
Ini bukan tentang menerapkan model asing, melainkan tentang bersama-sama membangun kerangka kerja yang berkelanjutan sehingga anak-anak dapat berkembang dalam sisi akademis, sosial, dan emosional," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.