Dark/Light Mode

Gabung Board Of Peace, Komitmen Moral Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 18:00 WIB
Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Gema Bangsa Ary Oskandar. Foto: Gema Bangsa
Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Gema Bangsa Ary Oskandar. Foto: Gema Bangsa

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) mengapresiasi bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Internasional.

Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Gema Bangsa Ary Oskandar memandang, setiap inisiatif global yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional Indonesia serta prinsip politik luar negeri bebas dan aktif sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Bahwa keikutsertaan Indonesia harus dimaknai sebagai komitmen moral dan diplomatik untuk memperjuangkan perdamaian dunia, bukan sebagai bentuk keberpihakan pada blok kekuatan politik tertentu," kata Ary dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Namun ditegaskan, Indonesia harus tetap berdiri sebagai jembatan dialog antarbangsa, khususnya antara negara-negara Barat, dunia Islam, dan negara-negara berkembang.

Baca juga : Indonesia Dorong Aksi Konkret Pasca COP30

Diingatkannya, Indonesia tidak boleh terjebak dalam rivalitas geopolitik global yang justru dapat menggerus kedaulatan sikap serta peran strategis Indonesia di mata dunia internasional.

Gema Bangsa menyatakan, keikutsertaan Indonesia harus tetap berlandaskan pada prinsip non-blok dan tidak disertai kewajiban politik maupun militer yang dapat menyeret Indonesia ke dalam konflik internasional.

"Indonesia harus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta penyelesaian konflik global melalui jalur diplomasi, hukum internasional, dan pendekatan kemanusiaan," pesannya.

Selanjutnya, kata Ary, Dewan Perdamaian Internasional harus menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama kemanusiaan, rekonstruksi pasca konflik, serta dialog antarperadaban, bukan alat legitimasi kepentingan satu negara tertentu.

Baca juga : Indonesia Serukan Aksi Selamatkan Laut Dunia

Ditambahkan Ary, setiap kebijakan luar negeri Indonesia juga harus tetap mengedepankan kepentingan nasional, stabilitas kawasan ASEAN, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh mitra strategis Indonesia.

Partai Gema Bangsa pun mengajak Pemerintah untuk mengedepankan transparansi, komunikasi publik yang terbuka, serta melibatkan DPR dan elemen masyarakat dalam setiap kebijakan strategis luar negeri.

Partai Gema Bangsa, ditegaskan Ary, mendukung setiap upaya diplomasi yang berorientasi pada perdamaian dunia, keadilan global, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara selama sejalan dengan Pancasila dan konstitusi.

"Indonesia harus tampil bukan sebagai pengikut kekuatan besar, melainkan sebagai pemimpin moral dunia berkembang," pungkasnya.

Baca juga : RI Ikut Dewan Perdamaian, GREAT Institute: Kesempatan Wujudkan Perdamaian Dunia

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan di acara Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss, Selasa (22/1/2026), menandatangani kesepakatan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk menangani konflik di Gaza antara bangsa Palestina dengan Israel.

Kesepakatan Dewan Perdamaian tersebut juga ditandatangani oleh Turki, Pakistan, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab dengan tugas menyusun kerangka kerja dan mengoordinasikan pendanaan rekonstruksi hingga Otoritas Palestina mampu kembali memimpin Gaza secara aman dan efektif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.