Dark/Light Mode

Pandangan Politisi Gerindra, MBG Jadi Investasi Pembangunan Manusia

Rabu, 18 Februari 2026 06:40 WIB
Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi dalam pembangunan manusia, bukan sekadar belanja Pemerintah. Program ini dapat menentukan arah baik masa depan ekonomi Indonesia.

“MBG (Makan Bergizi Gratis) itu investasi pada kualitas sumber daya manusia; kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi mendatang. Itu bukan konsumsi sesaat,” kata Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono kepada Rakyat Merdeka, Selasa (17/2/2026). 

Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ini tanpa ragu mendukung program MBG untuk terus berlanjut. Dia mengatakan, MBG sebagai pemenuhan gizi untuk pelajar Indonesia dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. 

"Berbagai studi menunjukkan asupan gizi yang cukup pada usia sekolah meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran di kelas, serta perkembangan kognitif anak," tuturnya. 

Dalam jangka panjang, kata Arief, program MBG dapat meningkatkan sumber daya manusia dan ujungnya bermuara pada kenaikan produktivitas tenaga kerja. Ketika produktivitas meningkat, lanjutnya, pendapatan masyarakat ikut terdongkrak. 

Baca juga : Ekonom Bank Mandiri Pede Pasar Tenaga Kerja Membaik

"Dampaknya, konsumsi rumah tangga menguat dan roda ekonomi berputar lebih cepat. Artinya, MBG bukan hanya memperbesar komponen investasi, tapi juga mendorong konsumsi secara simultan. Ini efek berantai,” jelasnya. 

Tak hanya itu, lanjut Arief, peningkatan produktivitas dan konsumsi juga berimplikasi pada penerimaan pajak. Basis pajak yang lebih luas dan ekonomi yang lebih sehat berpotensi, kata dia, meningkatkan penerimaan negara tanpa harus menaikkan tarif pajak. 

Arief mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global, pengungkit domestik seperti MBG menjadi sangat penting. Tanpa dorongan internal yang kuat, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tertahan di kisaran 4-5 persen. 

“Kalau konsumsi domestik menguat dan produktivitas naik, target pertumbuhan 5,39 persen pada 2025 lebih realistis,” kata mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini. 

Arief mengatakan, merujuk pada berbagai kajian internasional menunjukkan tingginya tingkat pengembalian (return) dari program makan sekolah. Data UNICEF dan Bank Dunia, kata dia, setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan dalam program makan sekolah dapat menghasilkan manfaat ekonomi. 

Baca juga : Flyover & Jalan Protokol Bukan Tempatnya Atribut

"Yaitu, antara 4 hingga 35 dolar melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas," jelasnya. 

Bahkan, lanjut Arief, penelitian terhadap sekitar 100 negara penyelenggara program serupa, menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Dia mengatakan, program makan sekolah meningkatkan permintaan produk pertanian, mendukung UMKM pangan, serta menciptakan lapangan kerja. 

“Setiap 100 ribu anak yang dilayani bisa mendorong lebih dari 1.500 lapangan kerja baru. Ini bukan hanya soal anak makan di sekolah, tapi menggerakkan petani, nelayan, UMKM, sampai sektor logistik,” ujarnya. 

Aktivis buruh BUMN ini menambahkan, secara global pendanaan program makan sekolah pada 2024 mencapai sekitar 84 miliar dolar AS, dengan 99 persen berasal dari anggaran Pemerintah masing-masing negara. Fakta ini, kata dia, semua negara memandang program tersebut sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar bantuan sosial temporer. 

Arief mengatakan, dari sisi pendidikan, MBG meningkatkan kehadiran dan konsentrasi siswa. Dari sisi kesehatan, program ini membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Bahkan, kata dia, dalam sejumlah studi di negara berkembang, program makan sekolah turut meningkatkan partisipasi anak perempuan dan menekan risiko pernikahan dini. 

Baca juga : Bodo/Glimt Vs Inter Milan, Tantangan Lingkar Arktik

“Ini bukan hanya kebijakan pangan. Ini kebijakan pembangunan manusia dan pemberdayaan sosial,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya menegaskan, program MBG menjadi salah satu program unggulan Pemerintah. Indikasinya, kata dia, terlihat dari seringnya Presiden Prabowo menyinggung program MBG dalam berbagai acara kenegaraan. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.