RM.id Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional dari Universitas Trisakti menggelar pelatihan bertajuk Making Aromatherapy Candles from Waste Cooking Oil for Futajima Shimin Centre Community, di Futajima Shimin Centre, Kitakyushu, Jepang.
Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi akademisi dalam menjawab persoalan lingkungan global melalui pendekatan edukatif dan aplikatif di masyarakat, sekaligus sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan.
Tim dosen yang terlibat terdiri dari Cahaya Rosyidan dari Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE) sebagai edukator; Octarina, darin Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Samsol dari Jurusan Teknik Perminyakan FTKE, serta Larasati Rizky Putri dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri (FTI) sebagai fasilitator utama.
Baca juga : Inovasi Circular Water System Universitas Trisakti Diterapkan di Masjid Jepang
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Kayla Felicya Chen (Fakultas Hukum/FH), Ramanda Firza Dwi Putra dan Bunjamin Ikram Linduaji (Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan/FALTL), yang turut mendukung pelaksanaan teknis serta interaksi dengan masyarakat.
Pelatihan diawali dengan pemaparan dampak negatif limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, terutama terhadap kualitas air dan tanah. Materi ini menjadi dasar sebelum peserta mengikuti sesi praktik pengolahan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan yang memiliki nilai guna.
Pada sesi praktik, peserta diajarkan tahapan mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan tambahan, hingga proses pencetakan lilin dan pemberian aroma. Metode pembelajaran berbasis praktik ini dirancang agar peserta mudah mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Universitas Trisakti Laksanakan PKM Eco-Masjid di Jepang, Wudhu Lebih Efisien
Cahaya Rosyidan menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PkM internasional Universitas Trisakti dalam mendorong inovasi berbasis lingkungan.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat melalui produk yang bernilai jual,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (12/4/2026).
Antusiasme masyarakat Futajima terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan. Peserta menunjukkan minat tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan dan berpotensi mengembangkan keterampilan tersebut sebagai usaha mandiri berbasis rumah tangga.
Baca juga : Menkop: Sinergi MES Dan Kopdes Merah Putih Jadi Prioritas Ekonomi Syariah
Ketua pengurus masjid KICC, Muhammad Subhan, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Kata dia, Kegiatan PKM internasional Universitas Trisakti dengan tema pemanfaatan limbah minyak goreng menjadi lilin aromaterapi sangat berguna dan bermanfaat dalam daur ulang limbah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam program PkM internasional ini diharapkan memberikan dampak positif lebih luas, baik bagi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi program pengabdian berkelanjutan lainnya serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata atas permasalahan global melalui pemberdayaan masyarakat lintas negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.