Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkeu: Depresiasi Rupiah Masih Moderat Dibanding Negara Tetangga
Rabu, 11 Maret 2026 17:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan depresiasi nilai tukar rupiah masih tergolong moderat di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Purbaya mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak konflik memanas tercatat sekitar 0,3 persen, yang dinilai masih lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara lain di kawasan.
“Di tengah meningkatnya tekanan global dan tensi geopolitik, tekanan terhadap sektor keuangan domestik masih dalam batas yang terkendali. Rupiah terdepresiasi secara moderat sejalan dengan penguatan dolar AS global, dan relatif lebih baik dibanding negara-negara peers,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Baca juga : Hujan Deras, 39 RT dan 13 Ruas Jalan di Jakarta Banjir
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan ketahanan fiskal Indonesia serta koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter.
Sebagai perbandingan, ringgit Malaysia tercatat melemah sekitar 0,5 persen terhadap dolar AS sejak konflik meningkat. Sementara baht Thailand melemah 1,6 persen dan peso Filipina turun sekitar 1,4 persen. Bahkan won Korea Selatan tercatat melemah hingga 3,3 persen.
“Depresiasi rupiah sejak awal perang sebesar 0,3 persen, jauh lebih baik dibanding negara-negara di sekeliling kita. Malaysia 0,5 persen, Thailand 1,6 persen,” ujarnya.
Baca juga : Generasi Perang Di Simpang Jalan
Menurut Purbaya, nilai tukar rupiah yang relatif stabil mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang masih kuat serta disiplin fiskal pemerintah yang tetap terjaga.
“Jadi kita masih lumayan dibanding seluruh negara di dunia. Kita masih dianggap menjaga disiplin fiskal dengan baik dan fundamental ekonomi kita cukup baik,” katanya.
Ia menambahkan sejumlah indikator makro juga menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang relatif stabil.
Baca juga : Langkah Prabowo Jadi Mediator Iran-AS Didukung Negara-negara Timur Tengah
Inflasi, misalnya, masih berada dalam kisaran sasaran sekitar 2,5 persen untuk periode 2026–2027.
Di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 9,96 persen secara tahunan. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai sekitar 5,11 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya