RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Poros Pelajar dalam diskusi publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan di Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026). Diskusi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini.
Diskusi ini menegaskan bahwa sosok Raden Ajeng Kartini bukan sekadar simbol peringatan tahunan, melainkan energi gerakan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan pendidikan, keadilan, dan kesempatan.
Kepala Biro Umum Kemendikdasmen, Herdiana, menegaskan semangat Kartini masih sangat relevan hingga kini.
“Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, keadilan, dan kesempatan, itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini,” ujar Herdiana, saat membuka acara.
Tiga Peran Perempuan
Herdiana memaparkan, perempuan memiliki tiga peran penting dalam pendidikan.
Baca juga : Peringati Hari Bumi, Cermati Fintech Group Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Bekasi
Pertama, sebagai pendidik karakter. Menurutnya, ibu menjadi tempat pertama anak belajar tentang akidah, akhlak, dan nilai kehidupan.
Kedua, sebagai pilar generasi. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh pendidikan yang diberikan perempuan.
Ketiga, sebagai fondasi pendidikan. Peran ibu dimulai sejak anak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa.
Partisipasi Naik, Tantangan Masih Ada
Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Desi Elvera Dewi, menyebut partisipasi perempuan dalam pendidikan terus meningkat. Namun, ia mengingatkan masih ada tantangan di sektor lain.
“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” jelas Desi.
Suara Pelajar
Baca juga : Kacang IYES Tebar 2.026 Bunga Apresiasi Peran Perempuan, Catatkan Rekor MURI
Diskusi ini juga menghadirkan perwakilan Poros Pelajar, antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram dan Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, serta perwakilan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU).
Dany Rahmat Muharram menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas dan merata. “Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Ghulam Dhofir mendorong pelajar, khususnya perempuan, untuk aktif mengembangkan diri.
“Pelajar perlu tahu minat mereka di mana supaya dapat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan membangun personal branding atau bergabung dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan untuk memperluas wawasan,” katanya.
Perwakilan PP IPPNU, Nada, menekankan tiga refleksi dari semangat Kartini, yakni agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Ia mengajak pelajar perempuan berani mengambil peran di ruang publik.
Baca juga : Peringati Hari Kartini, PRENAGEN Ajak Dukung Ibu Lewat Gerakan Nyata
“Para pemuda, khususnya pelajar perempuan, harus mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik,” tegasnya.
Melalui forum ini, Kemendikdasmen dan Poros Pelajar menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, sekaligus melanjutkan perjuangan Kartini di era modern.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.