BREAKING NEWS
 

Raih Peringkat Dua di Indonesia

School of Design BINUS University Jawab Kekhawatiran Karier di Industri Kreatif

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 15 Mei 2026 17:03 WIB
Foto:

RM.id  Rakyat Merdeka - Persepsi terhadap dunia desain mengalami perubahan besar dalam satu dekade terakhir. Jika sebelumnya desain hanya dipandang sebagai urusan estetika, kini desain diakui sebagai bagian strategis dalam bisnis dan industri kreatif.

Penelitian McKinsey selama lima tahun terhadap ratusan perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang menempatkan desain sebagai inti operasional bisnis mampu tumbuh 32 persen lebih cepat dibanding rata-rata industri, serta menghasilkan pengembalian kepada pemegang saham 56 persen lebih tinggi.

Di Indonesia, industri kreatif juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sektor ini mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,57 persen pada 2024, melampaui pertumbuhan PDB nasional.

Nilai ekspor produk kreatif bahkan mencapai 26,68 miliar dolar AS dalam sepuluh bulan pertama 2025.

Pertumbuhan tersebut diiringi kebutuhan tinggi terhadap talenta desain yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis, berkolaborasi lintas disiplin, serta memimpin proses kreatif dengan argumentasi yang kuat.

Menjawab tantangan itu, School of Design BINUS University membangun kurikulum berbasis kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik visual, tetapi juga dibiasakan berpikir layaknya praktisi industri sejak awal perkuliahan.

Baca juga : Prabowo: Indonesia Siap Investasi Besar-Besaran di Sektor Ekonomi Kelautan

Melalui pendekatan project-based learning, mahasiswa mengerjakan proyek nyata dari klien sesungguhnya, mulai dari merancang identitas visual, mengembangkan antarmuka pengguna, memproduksi animasi dan film, hingga berkolaborasi dalam proyek industri yang hasilnya masuk ke pasar.

Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi, mengatakan pihaknya sengaja membangun suasana pembelajaran yang mencerminkan tantangan nyata dunia kerja.

“Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus,” ujar Danendro dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Pendekatan tersebut mendapat pengakuan dari industri. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design, School of Design BINUS University meraih posisi kedua di Indonesia pada indikator Employer Reputation.

Adsense

Menurut Danendro, indikator tersebut mengukur tingkat kepercayaan rekruter dan pemimpin industri terhadap kualitas lulusan universitas berdasarkan survei global terhadap pemberi kerja.

“Posisi kedua di Indonesia berarti di antara seluruh institusi pendidikan desain yang disurvei, industri menempatkan lulusan School of Design BINUS dalam deretan yang paling dipercaya untuk langsung berkontribusi di dunia kerja kreatif,” jelasnya.

Baca juga : Bamsoet: Cerutu Indonesia Masuk 14 Negara dan Jadi Kekuatan Baru di Dunia

Ia menambahkan, kepercayaan tersebut dibangun melalui ekosistem pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Kurikulum School of Design BINUS dirancang adaptif, termasuk melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.

Menurutnya, mahasiswa dibiasakan bekerja dengan standar industri kreatif global sehingga memiliki keunggulan kompetitif yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, BINUS Career Center juga menjadi penghubung antara mahasiswa dan dunia kerja melalui akses langsung ke berbagai peluang karier bahkan sebelum wisuda.

Danendro menilai, capaian Employer Reputation #2 di Indonesia menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak orang tua terkait prospek karier di industri kreatif.

Ia menyebutkan, indikator tersebut bukan klaim internal kampus, melainkan penilaian langsung dari industri yang merekrut lulusan.

Baca juga : Indonesia Masuk Top 3 Dunia dalam Ketahanan Energi, Ini Kuncinya

“Kepercayaan industri tidak bisa dibeli dengan kampanye. Ia dibangun dari kualitas lulusan yang terbukti, tahun demi tahun,” ujarnya.

Danendro menegaskan, pencapaian tersebut menjadi konfirmasi bahwa arah pendidikan desain yang relevan dengan industri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi masa depan merupakan langkah yang tepat.

“Bagi calon mahasiswa yang ingin membangun karier di industri kreatif yang terus tumbuh, ini adalah salah satu indikator paling jujur tentang seberapa jauh sebuah institusi pendidikan telah mendapatkan kepercayaan dari dunia yang akan mereka masuki,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense