Dark/Light Mode

Bamsoet: Cerutu Indonesia Masuk 14 Negara dan Jadi Kekuatan Baru di Dunia

Jumat, 1 Mei 2026 16:39 WIB
Anggota DPR/Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Dok. Bamsoet)
Anggota DPR/Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cerutu Indonesia, khususnya dari Jember, mampu menembus pasar internasional. Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo, menilai keberhasilan ini merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam persaingan industri cerutu dunia.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menerangkan bahwa produk-produk BIN Cigar Jember kini telah merambah pasar di 14 negara, mulai dari Eropa, Amerika, hingga Asia Timur dan Timur Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar penyuplai bahan mentah, melainkan telah mampu menjadi produsen cerutu bercita rasa tinggi.

Tembakau Besuki Na-Oogst dari Jember telah lama dikenal sebagai salah satu bahan baku cerutu terbaik dunia karena karakter aroma dan rasanya yang khas. Bahkan, ekspor tembakau Jember pada 2023 mencapai lebih dari 3 juta kilogram dengan nilai devisa sekitar 31,9 juta dolar AS.

Baca juga : Paviliun Indonesia Di Singapura Raup Rp54 Miliar, Perkuat Rantai Pasok Regional

“Keunggulan kita ada pada bahan baku dan keterampilan perajin dan petani tembakau Indonesia. Kombinasi ini menghasilkan cerutu dengan karakter unik yang sulit ditiru negara lain. Ini modal besar untuk bersaing dengan cerutu Kuba maupun Dominika,” ujar Bamsoet, saat menerima Pemilik BIN Cigar Febrian Ananta Kahar dan Presiden Perikhsa Cigar Brotherhood Charles Wicaksana, di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, cerutu Indonesia mampu menunjukkan diferensiasi yang kuat. Keunggulan terletak pada kualitas bahan baku, proses produksi manual, dan konsistensi rasa. Dampak ekonomi dari industri cerutu juga signifikan.

Cerutu merupakan industri padat karya yang melibatkan banyak tenaga kerja, dari petani tembakau hingga pengrajin linting. Selain itu, kebijakan Pemerintah yang menjaga stabilitas industri tembakau, termasuk tidak menaikkan cukai pada 2026 demi menjaga lapangan kerja, turut memberikan ruang bagi industri ini untuk berkembang.

Baca juga : Kemenimipas Perkuat Integritas ASN, Tindak 774 Pelanggaran & Pecat 71 Pegawai

“Industri cerutu ini menyerap tenaga kerja besar dan memberi nilai tambah tinggi. Ini harus dilihat sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional, bukan sekadar industri tembakau biasa," kata Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar Indonesia mampu menjadi salah pemain dunia di industri cerutu. Penguatan branding, standardisasi kualitas, serta ekspansi pasar harus berjalan simultan agar cerutu Indonesia mampu benar-benar berpengaruh di pasar cerutu dunia.

“Kalau konsistensi kualitas dijaga dan strategi branding diperkuat, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan dunia tidak lagi hanya mengenal Havana atau Dominika, tetapi juga Jember sebagai pusat cerutu premium dunia,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.