RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 11 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jabodetabek yang memiliki Program Studi Arsitektur resmi memperpanjang kerja sama dalam Konsorsium Program Studi Arsitektur Periode V (2026–2031).
Konsorsium kali ini mengusung tema Smart and Sustainable Architecture sebagai upaya memperkuat daya saing pendidikan arsitektur Indonesia di tingkat global.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, yang melalui Fakultas Teknik Cerdas dan Berkelanjutan (FTCB) bertindak sebagai tuan rumah kegiatan pada 20 Mei 2026.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan kolaborasi akademik yang telah berjalan sejak 2011 dan terus berkembang hingga melibatkan 11 perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek.
Baca juga : RI Dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis
Adapun anggota konsorsium terdiri atas Universitas Kristen Indonesia, Universitas Borobudur, Universitas Pancasila, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Budi Luhur, Universitas Bung Karno, Universitas Mpu Tantular, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Universitas Trisakti, Universitas Krisnadwipayana, dan Universitas Persada Indonesia YAI.
Pada periode sebelumnya, konsorsium mengangkat tema Green Architecture. Memasuki Periode V, fokus kerja sama berkembang menjadi Smart and Sustainable Architecture sebagai respons terhadap kemajuan teknologi, inovasi desain, serta tantangan keberlanjutan lingkungan binaan di masa depan.
Dekan FTCB Universitas Budi Luhur, Dr. Putri Suryandari, ST, M.Ars., mengatakan konsorsium menjadi wujud nyata kolaborasi antarkampus dalam membangun masa depan pendidikan arsitektur yang lebih adaptif dan inovatif.
“Konsorsium ini merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan antarpenguruan tinggi dalam membangun masa depan pendidikan arsitektur Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan global. Suara dari 11 PTS berupa hasil riset dan rekomendasi teknis mampu mewakili pendidikan tinggi arsitektur nasional agar berdampak bagi bangsa, khususnya masyarakat, praktisi, maupun pemerintah,” ujarnya.
Baca juga : Senator Kanada: Pentingnya Kerja Sama Dengan Indonesia, Tak Sekadar Perdagangan
Sebagai program perdana pada periode baru ini, konsorsium akan menyelenggarakan International Conference on Smart and Sustainable Architecture (IN-SSArch).
Konferensi internasional tersebut akan diawali di Universitas Budi Luhur dan selanjutnya diselenggarakan secara bergilir oleh kampus anggota setiap tahun.
Menurut Putri, konferensi tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengembangan pemikiran mengenai arsitektur dan lingkungan binaan dalam merespons krisis iklim global.
Sementara itu, Ketua Program Studi Arsitektur FTCB Universitas Budi Luhur, Sri Kurniasih, ST, M.Ars., menegaskan bahwa hasil penandatanganan kerja sama akan segera ditindaklanjuti melalui dokumen teknis di tingkat program studi.
Baca juga : Pertamina–INPEX Perkuat Kerja Sama Proyek LNG Abadi Masela
“Merupakan suatu kehormatan bagi Prodi Arsitektur FTCB dapat menjadi tuan rumah pertemuan akbar sebelas program studi arsitektur di Jakarta. Kami akan segera menurunkan MoA ini ke dalam dokumen teknis Implementation Arrangement (IA) di tingkat prodi agar aktivitas akademis yang sinergis ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para dosen dan mahasiswa dalam waktu dekat,” katanya.
Ketua kegiatan MoA, Dr. Ir. Tri Endangsih, M.Ars., berharap kolaborasi ini semakin memperkuat jejaring akademik dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan arsitektur Indonesia yang lebih cerdas, berkelanjutan, serta mampu bersaing di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.